#IsraelIranConflict Dari Korban Jadi Penjagal: Sejarah Singkat Berdirinya Israel

💔 Dulu menangis di kamp pengungsi, kini tertawa di atas puing jenazah.

Bermula dari luka Holocaust, para pengungsi Yahudi yang tercerai-berai usai Perang Dunia II melarikan diri ke Palestina, tanah yang saat itu masih dihuni mayoritas Arab. Dunia bersimpati—dan simpati itulah yang jadi awal bencana baru.

📌 1948: Dari Penjajahan Diam-Diam ke Proklamasi Brutal

Dengan restu PBB dan bayang-bayang rasa bersalah Eropa, berdirilah negara “Israel” di atas darah dan pengusiran lebih dari 700.000 warga Palestina (peristiwa Nakba). Kelompok paramiliter Zionis seperti Irgun dan Haganah menjelma jadi mesin kekerasan yang melegitimasi pembersihan etnis. Rumah-rumah dibakar, desa dihancurkan, dan mereka yang bertahan—dibungkam.

☠️ Dari Milisi ke Negara Kolonial Modern

Israel bukan lagi korban. Ia berubah jadi entitas militer-ekspansionis yang terus memperluas wilayah lewat perang, blokade, dan permukiman ilegal. Dari Gaza, Tepi Barat, Lebanon, hingga kini Yaman dan Iran jadi target—dengan dalih “pertahanan”. Narasi korban tak lagi relevan ketika mereka mengontrol teknologi militer canggih dan mempraktikkan apartheid terang-terangan.

🔥 Ironi Sejarah:

Dulu dunia berbisik “Never Again” untuk Holocaust. Kini dunia membisu saat “Never Again” berubah jadi Repeat Daily—oleh tangan mereka yang dulu menangis, kini menciptakan tragedi serupa.

---

Siapakah sebenarnya korban hari ini? Dan sampai kapan dunia akan membiarkan sejarah terulang—dengan pelaku yang berbeda?