Setelah lebih dari tiga minggu mengalami masa “kegelapan”, Zero Network—jaringan Layer 2 yang diinkubasi oleh dompet Web3 ternama, Zerion—akhirnya menyambut fajar baru. Pada 18 Januari, tim secara resmi mengumumkan peluncuran kembali jaringan yang telah sepenuhnya beroperasi normal.

“Dana pengguna tetap aman,” tegas pernyataan resmi mereka, menjadi penawar kecemasan bagi komunitas yang menanti. Proses pemulihan yang cukup panjang ini ternyata didukung oleh kolaborasi strategis dengan dua raksasa infrastruktur blockchain: Caldera dan ZKsync.

Gangguan yang bermula pada 8 Januari sempat membuat jaringan ini offline. Saat itu, tim langsung bergerak cepat, berkoordinasi dengan para mitra untuk menyelesaikan masalah teknis dengan prioritas utama: melindungi aset pengguna. Target waktu pemulihan yang dijanjikan di pertengahan Januari pun berhasil mereka tepati.

Kebangkitan Zero Network ini bukan sekadar perbaikan teknis, tetapi sebuah ujian ketangguhan dan transparansi di dunia blockchain yang tanpa kompromi. Keberhasilan mereka menjamin keamanan dana di tengah insiden menjadi bukti komitmen pada kepercayaan pengguna.

Dengan dukungan teknologi dari ZKsync yang terkenal dengan skalabilitasnya dan infrastruktur Caldera, Zero Network siap melanjutkan misinya sebagai jaringan Layer 2 yang efisien dan aman. Peluncuran kembali ini menjadi titik tolak baru bagi ekosistemnya, mengisyaratkan ketahanan proyek dalam menghadapi tantangan operasional.

Mata komunitas crypto kini tertuju pada langkah mereka selanjutnya. Apakah Zero Network akan bangkit lebih kuat? Waktu yang akan menjawab. Namun, satu hal yang pasti: keamanan dana pengguna tetap menjadi harga mati.

#Layer2 #Blockchain #CryptoNews #KeamananAset #Zksync #Caldera #Web3 #Rebirth #BlockchainTechnology