Di tengah pemerintahan yang dianggap ramah kripto, desakan untuk segera menyetujui RUU struktur pasar kripto AS memanas. Patrick Witt, penasihat kripto Gedung Putih, memperingatkan bahwa momentum ini bisa hilang jika RUU CLARITY Act tidak secepatnya disahkan, meskipun harus dengan kompromi.

“Tidak ada RUU lebih baik daripada RUU yang buruk? Itu hak istimewa yang kita dapat berkat kemenangan Presiden Trump,” tulis Witt di X, menanggapi komentar CEO Coinbase Brian Armstrong yang menarik dukungan sementara dari draf RUU. Namun, Witt menekankan bahwa pertanyaannya bukan “jika”, tapi “kapan” RUU ini akan lahir.

Coinbase, salah satu pendonor kripto terbesar untuk kampanye Trump, keberatan dengan beberapa klausa yang membatasi tokenisasi saham, privasi di DeFi, dan yield stablecoin. Penarikan dukungan ini membuat Komite Perbankan Senat menunda pembahasan.

“Kamu mungkin tidak suka semua bagian CLARITY Act, tapi aku jamin kamu akan lebih membenci versi Demokrat di masa depan,” tegas Witt. Ia mendorong semua pihak untuk terus menyempurnakan RUU tanpa menunggu kesempurnaan, karena butuh 60 suara di Senat.

Armstrong dari Coinbase mengaku masih berkomitmen memperbaiki RUU. Ia bahkan akan membahas isu yield stablecoin dengan eksekutif bank di Forum Ekonomi Dunia Davos, mencari titik temu dengan industri perbankan yang menentang keras produk tersebut.

Semua pihak sepakat: RUU ini penting untuk memberikan kepastian regulasi dan mengatasi tumpang tindih kewenangan antara CFTC dan SEC. Jadwal selanjutnya? Sidang paripurna oleh Komite Pertanian Senat pada 27 Januari mendatang, sementara Komite Perbankan masih menunda tanggal baru.

Perlombaan dengan waktu telah dimulai. Apakah AS akan memanfaatkan momentum “pro-kripto” ini, atau justru kehilangan kesempatan bersejarah?

#crypto #CryptoNewss #CryptoNews🚀🔥 #CLARITYAct #TRUMP #Coinbase #Blockchain #Investasi