Apa sebenarnya masalah dari penyimpanan awan tradisional? Risiko sensor, data yang dimonopoli, biaya yang sangat tinggi—semua masalah ini terasa lebih menyakitkan di dunia Web3. Kapasitas penyimpanan blockchain utama sendiri memiliki batasan, dan saat menghadapi file besar, langsung "terjebak".

Protokol Walrus muncul di celah ini. Dibangun di atas chain Sui, sistem ini sebenarnya tidak rumit: ingin memastikan data aman dan tidak hilang, mengurangi biaya secara signifikan, dan juga harus menangani dataset AI, snapshot chain, file media—semua hal yang tidak bisa ditangani oleh blockchain tradisional. Strateginya adalah "pengelolaan di chain + penyimpanan di luar chain", memisahkan kendali dan data secara total.

Senjata rahasia dari teknologi ini disebut Red Stuff—sebuah algoritma kode erasure dua dimensi yang dikembangkan secara mandiri. Singkatnya, membagi file menjadi fragmen, bukan menyimpan beberapa salinan secara bodoh. Dengan cara ini, hanya membutuhkan redundansi 4-5 kali lipat untuk mencapai tingkat keamanan yang setara dengan metode tradisional, dan efisiensi penyimpanan langsung meningkat pesat.

Token WAL adalah kunci yang menghubungkan seluruh ekosistem, di mana pengembang, perusahaan, dan individu dapat menemukan posisi mereka dalam sistem ini. Bagi Web3, ini adalah transformasi paradigma penyimpanan yang sejati.

@Walrus 🦭/acc $WAL

WALSui
WAL
0.1253
-4.49%

#Walrus