Data lintas batas selalu menjadi hambatan kepatuhan yang tidak bisa dihindari oleh protokol penyimpanan terdesentralisasi. Berbagai negara mempertimbangkan kedaulatan data dan memberlakukan pembatasan ketat terhadap transfer lintas batas. Walrus memikirkan sebuah solusi—melalui penyimpanan lokal, transmisi terenkripsi, dan integrasi kepatuhan secara bersamaan, masalah ini dapat diatasi.
Pertama, mengenai penyimpanan lokal. Untuk negara-negara seperti China, India, dan Rusia yang mewajibkan data disimpan secara lokal, Walrus langsung menempatkan node yang sesuai di lokasi tersebut. Data pengguna disimpan terlebih dahulu secara lokal, sehingga tidak perlu melakukan transfer lintas batas sama sekali. Bahkan jika sebagian data harus keluar negeri, teknologi encoding RedStuff yang digunakan Walrus dapat menjamin—satu potongan data tidak dapat mengembalikan data asli, sehingga keamanan terjamin. Sebagai contoh nyata, di pasar India, Walrus memiliki node yang sesuai di kota Mumbai dan Bengaluru, sehingga data pengguna India disimpan di sana, sepenuhnya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi.
Selanjutnya, mengenai transfer lintas batas. Untuk negara yang mengizinkan data keluar negeri, Walrus menggunakan enkripsi end-to-end, dan semua potongan data yang perlu dikirim lintas batas dienkripsi sepenuhnya. Kunci enkripsi dipegang oleh pengguna sendiri, dan Walrus maupun pihak ketiga mana pun tidak dapat mengaksesnya. Bahkan, mereka menggunakan algoritma enkripsi tahan kuantum, memastikan bahwa data yang disampaikan selama transmisi tetap tidak dapat dibuka meskipun disadap.

