Utilitas dan Ekonomi Token.

​Di jantung Protokol Walrus terdapat token asli yang dikenal dengan simbol WAL. Token ini bukan sekadar alat spekulasi, melainkan komponen vital yang menjaga stabilitas dan keamanan seluruh jaringan penyimpanan. Tanpa WAL, mekanisme insentif yang mendorong penyedia penyimpanan untuk jujur dan efisien tidak akan berfungsi.

​Fungsi utama WAL adalah sebagai mata uang pembayaran untuk biaya penyimpanan (storage fees). Saat pengguna ingin mengunggah "blob" data ke Walrus, mereka membayar menggunakan WAL. Uniknya, sistem ini dirancang untuk jangka panjang. Biaya yang dibayarkan tidak langsung habis, melainkan dikelola dalam sebuah storage fund yang memastikan penyedia data terus mendapatkan imbalan selama mereka menyimpan data tersebut.

​Selain sebagai alat pembayaran, WAL digunakan untuk Staking. Siapapun yang ingin menjadi operator node di jaringan Walrus harus mengunci (stake) sejumlah besar token WAL. Ini berfungsi sebagai jaminan keamanan atau "skin in the game". Jika seorang operator mencoba bertindak curang atau gagal menjaga ketersediaan data, token mereka dapat dipotong (slashed). Hal ini menciptakan sistem kepercayaan berbasis ekonomi, bukan sekadar janji.

​Terakhir, WAL memberikan hak tata kelola (governance) kepada pemegangnya. Pemilik token dapat memberikan suara pada keputusan penting, seperti penentuan struktur biaya, pembaruan protokol, dan alokasi dana pengembangan. Dengan demikian, Walrus adalah protokol yang benar-benar dimiliki dan dioperasikan oleh komunitasnya. Struktur ekonomi ini memastikan bahwa nilai dari pertumbuhan jaringan akan kembali kepada para pemegang token WAL.

@Walrus 🦭/acc #walrus $WAL

WALSui
WAL
0.1281
+1.66%