Salah satu keputusan desain paling penting di Walrus adalah memperlakukan penyimpanan sebagai proses yang berjalan, bukan transaksi sekali bayar. Data tidak hanya disimpan lalu dilupakan; ia harus terus “dipertahankan” lewat biaya yang dibayarkan seiring waktu. Pendekatan ini terasa sederhana, tapi efeknya besar terhadap kesehatan jaringan.

Tanpa mekanisme seperti ini, jaringan penyimpanan akan cepat dipenuhi data mati, file yang tidak lagi dipakai, tapi tetap memakan sumber daya. Walrus secara tidak langsung memaksa pengguna menyaring nilai data mereka sendiri. Kalau data itu penting, ia layak dipelihara. Kalau tidak, ia akan hilang dengan sendirinya. Ini bukan bug, tapi fitur.

Dalam konteks ini, $WAL bukan sekadar alat bayar, tapi instrumen koordinasi. Node penyimpanan hanya mendapat imbalan jika mereka benar-benar menjaga ketersediaan data sesuai aturan. Ketika node gagal atau berperilaku buruk, ada konsekuensi ekonomi. Sistem ini membuat kepercayaan tidak dibangun dari reputasi, tapi dari insentif dan penalti yang terukur.

Buat ekosistem Sui, model ini penting karena menjaga agar lapisan storage tidak menjadi titik lemah. Aplikasi bisa tumbuh tanpa takut jaringan penyimpanan kolaps oleh beban yang tidak masuk akal. Selama ekonomi $WAL berjalan seimbang, Walrus tetap stabil, bahkan saat permintaan data meningkat.

@Walrus 🦭/acc #walrus $WAL