Harvard Diam-Diam Geser Strategi: Kurangi Bitcoin, Tambah Ethereum?
Langkah mengejutkan datang dari Harvard Management Company, pengelola dana abadi Harvard University.
Pada Q4 2025, mereka memangkas sekitar 21% kepemilikan di iShares Bitcoin Trust (IBIT). Tak lama berselang, Harvard membuka posisi baru senilai ±US$86,8 juta di iShares Ethereum Trust (ETHA), berdasarkan laporan 13F ke U.S. Securities and Exchange Commission.
📉 Kenapa Geser dari Bitcoin?
Perubahan ini terjadi setelah harga Bitcoin terkoreksi dari puncak US$126.000 menjadi sekitar US$68.000.
Bahkan, profesor keuangan Andrew F. Siegel menyebut Bitcoin kini lebih berisiko, dengan penurunan sekitar 22,8% sejak awal tahun.
Namun menariknya 👇
Meski dikurangi, Bitcoin tetap menjadi kepemilikan ekuitas terbesar Harvard secara publik, dengan nilai sekitar US$265,8 juta — lebih besar dari eksposur mereka di saham seperti Alphabet Inc., Microsoft, dan Amazon.
🧐 Kenapa Ethereum?
Peralihan sebagian dana ke Ethereum bisa dibaca sebagai:
1. Diversifikasi risiko crypto (tidak hanya bergantung pada BTC)
2. Keyakinan pada ekosistem smart contract & tokenisasi aset
3. Momentum ETF Ethereum yang mulai menarik arus institusional
4. Potensi narasi yield (staking) yang tidak dimiliki Bitcoin
📊 Apa Artinya untuk Pasar?
Ini bukan berarti Harvard “meninggalkan” Bitcoin.
Lebih tepatnya: rebalancing strategi di tengah volatilitas.
Institusi besar biasanya:
• Mengurangi eksposur saat volatilitas tinggi
• Menambah posisi di aset yang dinilai punya narasi pertumbuhan berbeda
• Menjaga alokasi jangka panjang
Jika tren ini diikuti institusi lain, bisa muncul rotasi likuiditas dari $BTC ke $ETH dalam jangka pendek.
🔎 Pertanyaannya:
Apakah ini sinyal awal pergeseran dominasi dari Bitcoin ke Ethereum di kalangan institusi?
Atau sekadar manajemen risiko biasa dalam siklus pasar crypto?
Disclaimer: Postingan ini hanya bertujuan untuk edukasi, bukan ajakan membeli atau menjual aset.