@Plasma #plasma $XPL

Mengapa "Stablecoin-as-Gas" Akan Mengubah Lanskap Ekonomi Kripto.

Ekonomi blockchain tradisional sering kali terjebak dalam masalah volatilitas token asli. Jika harga token native naik 10x lipat, biaya gas sering kali menjadi tidak masuk akal bagi pengguna retail. Plasma memecahkan paradoks ini dengan pendekatan ekonomi yang berpusat pada stabilitas: menjadikan Stablecoin sebagai prioritas biaya gas.

Stabilitas Biaya untuk Prediksi Bisnis

Salah satu alasan mengapa perusahaan besar ragu menggunakan blockchain publik adalah ketidakpastian biaya operasional. Dengan menggunakan stablecoin (seperti USDT) untuk membayar gas, perusahaan dapat menghitung biaya transaksi mereka hingga berbulan-bulan ke depan dengan akurasi tinggi. Nilai $1 tetaplah $1, berbeda dengan token native yang harganya bisa berubah drastis dalam semalam. Plasma memberikan prediktabilitas ekonomi yang dibutuhkan oleh dunia bisnis profesional.

Likuiditas yang Lebih Sehat

Dalam jaringan L1 pada umumnya, pengguna terpaksa "menimbun" (hoarding) token native hanya untuk membayar gas, yang sebenarnya bisa mengurangi likuiditas aktif di pasar. Di Plasma, sirkulasi uang menjadi lebih efisien. Pengguna hanya perlu memegang aset yang memang ingin mereka gunakan: Stablecoin. Ini menciptakan ekonomi yang lebih cair dan fungsional, di mana aset tidak "terkunci" secara sia-sia hanya untuk biaya administrasi jaringan.

Mendorong Permintaan Organik

Dengan memposisikan diri sebagai pusat penyelesaian (settlement hub) stablecoin, Plasma menciptakan permintaan organik yang sangat kuat. Setiap transaksi, setiap pembayaran retail, dan setiap penyelesaian institusional memperkuat ekosistem Plasma. Ini berbeda dengan jaringan yang mengandalkan spekulasi harga token native untuk menarik pengguna. Keberhasilan Plasma diukur dari volume transaksi nilai nyata (real-value transfer) yang mengalir di atasnya.