Gue setuju satu hal:
Jangan gampang percaya sama orang yang flexing kaya dari trading. Skeptis itu sehat.
Tapi kita juga harus adil secara logika.
1. 90% trader gagal, itu fakta retail jangka pendek.
Tapi itu gak otomatis berarti 10% sisanya pasti bohong atau cuma hidup dari jualan kelas.
Di semua bidang performa tinggi (bisnis, olahraga, startup), mayoritas gagal.
Yang survive sedikit. Itu hukum kompetisi, bukan bukti penipuan.
2. Soal “pamer pasti dari referral/kelas”
Memang banyak yang begitu.
Tapi itu beda dengan menyimpulkan SEMUA profitable trader pasti begitu.
Overgeneralization = logical fallacy.
3. Soal minta PNL seumur hidup
Trading itu high variance. Bahkan trader profesional pun punya drawdown panjang.
Yang dinilai bukan 1–2 bulan, tapi konsistensi expectancy + risk control jangka panjang.
4. Soal top 500 orang terkaya
Mayoritas kaya dari bisnis & investasi jangka panjang. Betul.
Karena trading itu high skill, high stress, dan capacity-nya terbatas.
Bukan karena “pasti judi”.
Trading bukan cara terbaik jadi miliarder.
Tapi juga bukan otomatis judi.
Bedanya jelas:
Judi : negative expectancy, house selalu menang.
Trading : bisa positive expectancy kalau punya edge + disiplin.
Masalah utamanya bukan tradingnya.
Masalahnya adalah orang datang ke market dengan mindset cepat kaya.
Skeptis itu perlu.
Tapi skeptis juga harus pakai logika, bukan asumsi menyeluruh.