đ§š Ekonomi Crypto Iran Meledak di Tengah Kekacauan Politik dan Konflik
Menurut laporan terbaru dari Chainalysis, aktivitas Bitcoin dan cryptocurrency di Iran meledak mencapai lebih dari US$7,78 miliar sepanjang 2025 â lebih cepat tumbuh dibanding 2024 meski negaranya tengah dilanda konflik geopolitik, protes besar, dan tekanan ekonomi luar biasa.
---
đ Inflasi & Rupiah Iran: Tak Bikin Surut, Justru Terbalik
Dengan rial yang sudah jatuh ~90% sejak 2018 dan inflasi tetap tinggi (40-50%), banyak warga Iran memilih Bitcoin sebagai âpelampiasan finansialâ daripada menyaksikan tabungan mereka terkikis.
---
đ€ IRGC: Dari Laskar ke Bos Crypto
Uniknya, Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) muncul sebagai pemain besar di dunia crypto nasional â diperkirakan menangani sekitar 50% transaksi on-chain di akhir 2025. Mereka diduga memanfaatkan aset digital ini untuk mengelabui sanksi internasional, memindahkan dana lintas batas, sampai mendukung jaringan proxy di Timur Tengah.
---
đš Kaprikornus Blockchain Jadi Indikator Krisis
Transaksi crypto di Iran meningkat tajam setiap ada peristiwa besar:
Bom mematikan di Kerman (2024)
Serangan rudal Iran-Israel (2024)
Konflik 12 hari (2025)
Pemadaman internet nasional dan protes besar akhir 2025âawal 2026
Polanya cukup jelas: ketika keadaan makin kacau, on-chain activity langsung melesat. Bayangkan seperti alarm krisis 2.0 dalam bentuk grafik! đ
---
đ Warga Biasa: Bitcoin Sebagai âSafety Netâ
Di saat yang sama, warga Iran semakin sering menarik Bitcoin dari bursa dan menyimpannya di dompet pribadi sebagai perlindungan terhadap kekacauan finansial â semacam âasuransi darurat digitalâ.
---
âš Intinya?
Crypto di Iran bukan lagi soal spekulasi harga â tapi tema besar bertahan hidup finansial di tengah tekanan politik, sanksi, dan ekonomi yang goyah. Dan berkembangnya penggunaan crypto mencerminkan realita bahwa blockchain kadang lebih dari sekadar teknologi â ini bisa jadi barometer keadaan sosial-politik suatu negara.