Pergerakan pasar aset kripto dan logam mulia kembali menarik perhatian dalam beberapa hari terakhir. Bitcoin sempat mencoba mendekati level psikologis $92.000, namun gagal bertahan dan terkoreksi seiring pembukaan pasar Eropa. Sementara itu, emas dan perak terus konsisten menunjukkan tren kenaikan yang solid, didorong oleh sentimen pelindung nilai (hedging) yang menguat.
Dolar AS Melemah Jadi Katalis Awal
Aksi jual terhadap dolar AS menjadi pemicu awal penguatan Bitcoin, emas, dan perak pada sesi perdagangan Asia. Melemahnya greenback ini dipicu oleh kekhawatiran pasar mengenai independensi kebijakan Federal Reserve menyusul adanya surat pemanggilan dari Departemen Kehakiman AS beserta ancaman tuntutan pidana. Meskipun dampak ekonomi langsung dinilai terbatas, insiden ini dianggap mengganggu kredibilitas dan otonomi bank sentral AS, sehingga mendorong aliran modal menuju aset-aset pengaman nilai alternatif.
Pola Berulang: Bitcoin Kembali Tersendat di Level Kritis
Bitcoin sempat menanjak cepat di sesi Asia, menguji resistensi di sekitar $92.000. Namun, momentum buy tidak cukup kuat untuk menembus level tersebut. Ketika pasar Eropa dibuka, tekanan jual muncul dan mengembalikan harga ke level lebih rendah — sebuah pola yang pernah terjadi berulang pada kuartal IV tahun lalu. Kegagalan menembus level kritis ini menunjukkan bahwa sentimen bullish masih perlu konfirmasi lebih lanjut.
Di pasar derivatif, terlihat kecenderungan investor untuk bersikap hati-hati. Alih-alih membeli opsi call jangka pendek, banyak trader memilih untuk memperpanjang opsi call dengan harga pelaksanaan tinggi hingga bulan Maret, menandakan ekspektasi bahwa rally signifikan mungkin baru terjadi dalam beberapa bulan mendatang.
Fokus Berpindah ke Data Ekonomi dan Keputusan Hukum
Pasar kini mengalihkan perhatian pada dua katalis potensial dalam beberapa hari ke depan:
1. Rilis Data CPI AS (13 Januari) – Inflasi AS akan menjadi penentu utama ekspektasi kebijakan Fed.
2. Keputusan Mahkamah Agung AS terkait Tarif (14 Januari) – Keputusan hukum ini dapat mempengaruhi stabilitas fiskal dan nilai dolar.
Kedua peristiwa ini diharapkan dapat memberikan arah yang lebih jelas bagi pergerakan dolar AS, yang pada gilirannya akan mempengaruhi Bitcoin, emas, dan aset risiko lainnya.
Apa yang Bisa Diantisipasi?
Jika data CPI datang lebih tinggi dari perkiraan, tekanan terhadap dolar bisa mereda dan berpotensi memperlambat rally logam mulia serta Bitcoin. Sebaliknya, CPI yang rendah dapat memperkuat narasi pelemahan dolar dan mendorong aset safe-haven maupun kripto lebih tinggi.
Bagi investor, momen ini adalah waktu untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengamati konfirmasi break di atas $92.000 untuk Bitcoin, atau konsolidasi lebih lanjut di level saat ini. Emas dan perak tetap menjadi pilihan utama untuk lindung nilai, sementara pasar kripto menunggu sinyal makro yang lebih kuat.
Penafian: Artikel ini berisi informasi dan opini dari analisis pasar, bukan merupakan saran keuangan. Lakukan riset mandiri dan pertimbangkan kondisi pasar sebelum mengambil keputusan investasi.


