Bagaimana menemukan Meme coin yang bisa kamu temani hingga akhir zaman?
Ingat tiga hal ini, fokus pada 'hubungan yang tumbuh dari penurunan harga, kesepakatan yang muncul dari perdebatan'!
---
1. Pertama, lihat apakah mereka 'tahan pukulan'
Koin lama: Sudah mengalami setidaknya satu 'potongan kaki' (turun lebih dari 70%), tetapi masih bisa bangkit dan bernapas.
Koin baru: Sebaiknya sudah 'jatuh bangkrut' sekali (turun lebih dari 80%), dan tergeletak di tanah selama lebih dari seminggu, secara diam-diam membentuk pola lengkung dasar—menunjukkan komunitas belum lari, masih mengumpulkan koin secara diam-diam.
✅ Rekomendasi kapitalisasi pasar: antara 5M hingga 200M, terlalu kecil berisiko jadi nol, terlalu besar kurang semangat.
---
2. Lalu lihat apakah mereka 'punya gurauan'
❌ Hindari 'kopi' (koin tiruan), 'koin politik', dan 'koin konsep yang dipaksakan'—hidup mereka mungkin tidak sebaik seledri di dalam kulkasmu.
✅ Cari koin yang benar-benar punya gurauan budaya, yang bisa membuat orang tertawa kecil:
Misalnya 'anjing', 'kucing', 'makanan'... atau yang memiliki kata-kata kocak, meme, atau gurauan daerah.
Prinsip: yang fiktif selamanya kalah dari yang memiliki kenangan bersama massa!
---
3. Terakhir, telusuri data blockchain dan grupnya
🔍 Data blockchain: Jumlah pemegang koin terus meningkat > Harga melonjak naik. Waspadai paus besar yang menyerap semua koin!
🗣️ Kualitas komunitas:
• Apakah komentar di Twitter penuh dengan gurauan, perdebatan, dan unggahan gambar?
• Apakah ada video kreatif viral di TikTok? (Kualitas video semakin buruk, semakin cepat menyebar!)
• Jika masih ada yang menulis puisi, membuat lagu, atau membuat merchandise... selamat, kamu menemukan 'penulis seni' di antara Meme coin.
#AVE