Dari Tebakan ke Presisi: Trading ETH Saya Hari Ini
Post:
Dua minggu lalu, saya menekan tombol Beli dan Jual berdasarkan rasa takut, harapan, dan kebisingan di Twitter.
Hari ini, saya membuka posisi long ETHUSDT di 3329 bukan karena saya merasa bullish — tetapi karena pasar memberi tahu saya untuk melakukannya.
Kemarin, ETH mencatatkan level rendah yang bersih di sekitar 3100.
Hari ini, harga naik ke 3350, lalu berhenti menanjak lebih tinggi. Sebagian besar pedagang melihatnya sebagai "puncak".
Saya melihat sesuatu yang berbeda: kekuatan yang bertahan di dekat level tinggi.
Alih-alih mengejar lonjakan harga, saya menunggu ETH bergerak dalam kisaran 3300–3350.
Kisaran ini adalah tempat uang besar menentukan apakah tren akan berlanjut atau gagal.
Ketika harga tetap di atas 3300, saya membuka posisi long saya.
Logika saya sederhana:
Gerakan impulsif kuat dari 3100 → 3350
Tidak ada penjualan besar setelah lonjakan
Pembeli mempertahankan zona 3300
Ini bukan FOMO — ini adalah struktur.
Saya tidak perlu prediksi.
Saya butuh konfirmasi.
Jadi saya menempatkan trading saya di tempat risiko kecil dan tren jelas.
Liquidasi jauh di bawah dukungan.
Masuk dekat nilai.
Membiarkan pasar melakukan pekerjaannya.
Pelajaran terbesar yang saya pelajari dalam kurang dari dua minggu trading serius adalah ini:
Anda tidak mengalahkan pasar dengan bergerak cepat.
Anda mengalahkannya dengan bersabar.
Banyak pedagang kalah bukan karena salah — tetapi karena menolak untuk menunggu.
Dan melindungi USDT saat pasar tidak menentu adalah cara Anda mendapatkan lebih banyak ETH saat tren terjadi.
Trading ETH ini kecil ukurannya, tetapi sangat besar maknanya bagi saya.
Ini membuktikan saya tidak lagi berjudi — saya membaca harga.
Satu grafik.
Satu level.
Satu keputusan.
Inilah awal dari konsistensi.
#ETHUSDT #Write2Earn #PriceAction #FutureTarding #Discipline