🚨 Berita Terkini: Federal Reserve Menghadapi Pemadaman Data Saat Wall Street Bereaksi
Hanya beberapa hari sebelum keputusan suku bunga yang krusial, Federal Reserve AS telah kehilangan akses ke data penggajian swasta ADP — salah satu alat terpentingnya untuk menilai kekuatan pasar tenaga kerja. Dengan penutupan pemerintah yang sedang berlangsung kini telah melewati tiga minggu, beberapa indikator kunci, termasuk angka pekerjaan dan PDB, telah menjadi gelap, membuat para pembuat kebijakan terbang buta.
Sumber melaporkan bahwa pemadaman dimulai setelah Gubernur Fed Christopher Waller dituduh membocorkan data ADP yang sensitif, mendorong ADP untuk mengakhiri berbagi data dengan bank sentral secara permanen. Pemutusan mendadak ini telah membuat Fed kesulitan untuk mengevaluasi tren inflasi, pertumbuhan pekerjaan, dan kesehatan ekonomi tanpa salah satu aliran data yang paling dapat diandalkan.
Di dalam institusi, ketegangan dilaporkan semakin tinggi. Ketua Jerome Powell dilaporkan berusaha untuk memulihkan akses, tetapi analis memperingatkan bahwa waktu bisa menjadi mahal. Tanpa data waktu nyata, Fed berisiko membuat keputusan moneter berdasarkan informasi yang usang atau tidak lengkap — sebuah kekhawatiran serius ketika volatilitas pasar sudah meningkat.
Dalam ketidakhadiran data resmi, bank sentral mungkin harus bergantung pada survei sentimen, penelitian pihak ketiga, dan sinyal pasar — sebuah fondasi yang tidak stabil untuk kebijakan moneter selama masa yang tidak pasti seperti ini.
Krisis ini mengungkapkan kerentanan yang lebih dalam: ketergantungan Fed yang semakin besar pada saluran data swasta dan pemerintah. Ketika sistem-sistem tersebut rusak, begitu pula aliran wawasan yang mendasari stabilitas ekonomi global.
Pertanyaan yang kini dihadapi Washington dan Wall Street sangat tajam — dapatkah bank sentral terkuat di dunia mengarahkan ekonomi tanpa alat visibilitasnya?
#FedDataCrisis