📢 Pembaruan Besar: Mereka yang Tidak Mengajukan Pajak Akan Menghadapi Pajak 90%,👀 Pajak pada Pengisian Ulang Seluler di Pakistan
Dalam langkah signifikan untuk meningkatkan kepatuhan pajak, Badan Pendapatan Federal (FBR) telah mengusulkan peningkatan substansial dalam pajak pemotongan untuk mereka yang tidak mengajukan pajak. Dalam rencana baru ini, mereka yang tidak mengajukan pajak akan dikenakan pajak 90% pada pengisian ulang saldo seluler, meningkat tajam dari sebelumnya 2,5%. Ini berarti bahwa untuk setiap Rs100 yang diisi ulang, Rs90 akan dipotong sebagai pajak, menyisakan hanya Rs10 untuk penggunaan sebenarnya.
Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas basis pajak dan mendorong individu untuk menjadi pengaju pajak. Untuk menegakkan ini, FBR telah mengidentifikasi lebih dari 500.000 orang yang tidak mengajukan pajak dan mengarahkan Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) dan perusahaan telekomunikasi untuk memblokir kartu SIM mereka. Saat ini, sekitar 11.500 kartu SIM telah diblokir, dengan lebih banyak yang diharapkan menyusul.
Reaksi publik sangat negatif, dengan banyak warga menyatakan frustrasi atas beban yang berlebihan. Platform media sosial ramai dengan kritik, menyoroti tantangan yang dihadapi oleh masyarakat umum akibat kebijakan ini.
Langkah-langkah pajak yang diusulkan adalah bagian dari Anggaran Federal untuk 2024-25 dan sedang menunggu persetujuan dari Majelis Nasional dan Senat. Jika disahkan, mereka akan mulai berlaku mulai 1 Juli 2024.
Tetap terinformasi dan pastikan pengajuan pajak Anda terbaru untuk menghindari biaya yang berat ini.
#Pakistan #PajakSeluler #FBR #MerekaYangTidakMengajukan
#TaxCompliance #FederalBudget 2024 #BeritaTelekomunikasi
#PublicRelations #StayInformed