Kuda tua secara tegas menyatakan di tweet bahwa Grok tidak akan menghasilkan gambar secara mandiri, semua gambar harus berdasarkan permintaan pengguna. Selain itu, ia juga menekankan bahwa Grok akan langsung menolak menghasilkan konten ilegal, dengan prinsip operasional yang mengikuti hukum di berbagai negara dan negara bagian.
Setelah insiden bikini sebelumnya memicu kontroversi, Grok jelas telah memperketat batasan terhadap gambar-gambar yang mengandung lelucon atau konten kontroversial, dan tidak lagi mengizinkan munculnya konten semacam itu. Bahkan jika terkadang hasil yang tidak diinginkan muncul karena kata kunci jahat atau serangan terhadap sistem, pihak resmi akan segera memperbaiki celah keamanan.
Dari beberapa contoh gambar yang dihasilkan Grok yang pernah dibagikan oleh kuda tua sebelumnya, tidak sulit untuk memahami tujuan utamanya: kemampuan kreatif AI Grok bertujuan untuk membantu para pencipta, memungkinkan pengguna biasa bahkan pemula sekalipun dapat dengan mudah mulai berkreasi. Selain itu, selama tidak melanggar aturan dan tidak terlalu berlebihan, sedikit humor atau lelucon masih dapat diterima.
Meskipun saat ini batasan Grok dalam menghasilkan gambar masih cukup longgar (kamu tahu maksudku), di masa depan seiring dengan semakin ketatnya pengawasan dan peraturan, batasan akan semakin ketat. Yang paling penting di akhir, jauh lebih penting dari batasan teknis, adalah disiplin diri dan tanggung jawab dari para pencipta sendiri.
#GORK