Surplus Perdagangan Tiongkok Mencapai Rekor 1,2 Triliun Dolar AS pada 2025
Surplus perdagangan Tiongkok mencapai rekor 1,2 triliun dolar AS pada 2025, menjadi pertama kalinya surplus ini melampaui ambang batas satu triliun dolar. Hal ini terjadi meskipun ekspor ke Amerika Serikat mengalami penurunan karena tarif, karena produsen Tiongkok berhasil mendiversifikasi pasar mereka.
Ringkasan Keuangan
Surplus perdagangan tahunan Tiongkok pada 2025 mencapai hampir 1,2 triliun dolar AS, meningkat signifikan dari lebih dari 992 miliar dolar AS pada 2024. Secara keseluruhan, ekspor tumbuh 5,5% menjadi 3,77 triliun dolar AS pada 2025, sementara impor tetap stagnan di level 2,58 triliun dolar AS. Ekspor ke Amerika Serikat turun 20%, tetapi pengiriman ke wilayah lain seperti blok ASEAN (naik 13,4%), Afrika (naik 25,8%), dan Uni Eropa (naik 8,4%) lebih dari mengisi kekurangan tersebut.
Wawasan Utama
Diversifikasi Pasar: Ekspor Tiongkok berhasil mengurangi dampak tarif Amerika Serikat dengan memperluas pasar ke wilayah Asia Tenggara, Afrika, Amerika Latin, dan Eropa secara agresif.
Kekuatan Manufaktur: Surplus rekor ini menunjukkan dominasi manufaktur Tiongkok, dengan permintaan global yang kuat terhadap barang-barang yang kompetitif seperti kendaraan listrik, panel surya, dan elektronik.
Permintaan Domestik yang Lemah: Surplus besar ini juga mencerminkan konsumsi domestik yang lemah serta penurunan pasar properti yang berkepanjangan, yang mengurangi permintaan terhadap barang impor dan mendorong produsen untuk menjual lebih agresif ke luar negeri.
Dukungan Ekonomi: Kinerja ekspor yang kuat menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi Tiongkok, membantu mengatasi tantangan domestik dan menjaga negara tetap pada jalur untuk mencapai target pertumbuhan PDB resmi sekitar 5% pada 2025.
#ChinaTrade #TradeSurplus #EconomicData #GlobalEconomy #ManufacturingPower