Binance Square

lkr

1,115 penayangan
4 Berdiskusi
Crypto World News
--
Lihat asli
💹 Harga Emas Sri Lanka Melonjak — 27 Desember 2025 Harga emas naik di pasar lokal Sri Lanka menyusul kenaikan harga emas global yang lebih kuat dan permintaan yang meningkat. 🔑 Harga Lokal Utama: • Emas 22 Karat Sovereign (Pettah): sekitar LKR 340.400 • Emas 24 Karat: sekitar LKR 370.000 📊 Catatan Pasar: • Harga lokal naik sekitar LKR 12.000 dibandingkan dengan level terkini. • Didorong oleh lonjakan emas global dan permintaan menjelang musim liburan. Pembeli merespons kekuatan emas internasional serta permintaan akhir tahun, mendorong harga lokal naik lebih tinggi. #SriLankaGold #Bullion #PreciousMetals #MarketUpdate #LKR
💹 Harga Emas Sri Lanka Melonjak — 27 Desember 2025
Harga emas naik di pasar lokal Sri Lanka menyusul kenaikan harga emas global yang lebih kuat dan permintaan yang meningkat.

🔑 Harga Lokal Utama:

• Emas 22 Karat Sovereign (Pettah): sekitar LKR 340.400

• Emas 24 Karat: sekitar LKR 370.000

📊 Catatan Pasar:
• Harga lokal naik sekitar LKR 12.000 dibandingkan dengan level terkini.

• Didorong oleh lonjakan emas global dan permintaan menjelang musim liburan.

Pembeli merespons kekuatan emas internasional serta permintaan akhir tahun, mendorong harga lokal naik lebih tinggi.

#SriLankaGold #Bullion #PreciousMetals #MarketUpdate #LKR
Lihat asli
⚠️ 𝗛𝗼𝘄 𝗨.𝗦. 𝗧𝗮𝗿𝗶𝗳𝗳𝘀 𝗪𝗶𝗹𝗹 𝗜𝗺𝗽𝗮𝗰𝘁 𝗦𝗿𝗶 𝗟𝗮𝗻𝗸𝗮’𝘀 𝗘𝗰𝗼𝗻𝗼𝗺𝘆Tarif 44% yang dikenakan oleh AS pada impor Sri Lanka adalah kemunduran besar, terutama bagi industri pakaian, yang menyumbang hampir 50% dari ekspor ke AS. Ini akan membuat barang-barang Sri Lanka kurang kompetitif, mengarah pada pengurangan pesanan, kehilangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Dengan ekspor yang lebih sedikit, aliran devisa akan menurun, memberi tekanan pada rupee dan meningkatkan inflasi. Biaya impor akan naik, membuat barang sehari-hari menjadi lebih mahal. Selain itu, surplus perdagangan Sri Lanka dengan AS akan menyusut, semakin membebani stabilitas ekonomi.

⚠️ 𝗛𝗼𝘄 𝗨.𝗦. 𝗧𝗮𝗿𝗶𝗳𝗳𝘀 𝗪𝗶𝗹𝗹 𝗜𝗺𝗽𝗮𝗰𝘁 𝗦𝗿𝗶 𝗟𝗮𝗻𝗸𝗮’𝘀 𝗘𝗰𝗼𝗻𝗼𝗺𝘆

Tarif 44% yang dikenakan oleh AS pada impor Sri Lanka adalah kemunduran besar, terutama bagi industri pakaian, yang menyumbang hampir 50% dari ekspor ke AS. Ini akan membuat barang-barang Sri Lanka kurang kompetitif, mengarah pada pengurangan pesanan, kehilangan pekerjaan, dan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat.
Dengan ekspor yang lebih sedikit, aliran devisa akan menurun, memberi tekanan pada rupee dan meningkatkan inflasi. Biaya impor akan naik, membuat barang sehari-hari menjadi lebih mahal. Selain itu, surplus perdagangan Sri Lanka dengan AS akan menyusut, semakin membebani stabilitas ekonomi.
Lihat asli
📊 First Capital Research | Daily FI & UT Watch | 03 Nov 2025 📰 “Pasar Membuka November dengan Kaki Bearish” Bulan dimulai dengan sinyal campuran di seluruh papan. Sementara nada lesu Oktober tampaknya sedikit terangkat, pasar sekunder masih mencerminkan optimisme hati-hati — imbal hasil telah turun 5–10 bps saat investor condong ke arah sikap membeli. ⚖️📉 💵 Snapshot Kurva Imbal Hasil: Maturity 2028: 15.03.2028 → 9.05% 01.05.2028 / 01.07.2028 / 15.09.2028 / 15.10.2028 → 9.10%–9.15% Obligasi 2029: 15.06.2029 / 15.09.2029 / 15.10.2029 → 9.50%–9.55% Tenor Lebih Panjang: 15.03.2031 → 10.00% 01.06.2033 / 01.11.2033 → 10.60% 01.07.2037 → 10.80% 📈 Volume perdagangan tetap moderat, tetapi minat terlihat di seluruh kurva, mengisyaratkan reposisi awal menjelang ekspektasi kebijakan. 🌏 Pembaruan FX & Likuiditas: USD/LKR: Depresiasi sedikit menjadi 304.49 (dibandingkan 304.42 sebelumnya). Likuiditas Sistem Perbankan: Menyusut tajam menjadi LKR 105.2Bn (dari 155.1Bn). 💬 Pendapat Analis: Meskipun label “bearish”, pelunakan kurva dan aktivitas stabil menunjukkan akumulasi di bawah permukaan. Investor mungkin sedang mempersiapkan penyesuaian suku bunga atau pelonggaran makro ke depan — tetapi dengan ketatnya likuiditas, volatilitas jangka pendek tetap ada. ⚠️💰 #SriLankaBonds #FixedIncomeLayer #MarketUpdate #LKR #YieldCurve #FirstCapitalResearch
📊 First Capital Research | Daily FI & UT Watch | 03 Nov 2025
📰 “Pasar Membuka November dengan Kaki Bearish”

Bulan dimulai dengan sinyal campuran di seluruh papan. Sementara nada lesu Oktober tampaknya sedikit terangkat, pasar sekunder masih mencerminkan optimisme hati-hati — imbal hasil telah turun 5–10 bps saat investor condong ke arah sikap membeli. ⚖️📉

💵 Snapshot Kurva Imbal Hasil:

Maturity 2028:

15.03.2028 → 9.05%

01.05.2028 / 01.07.2028 / 15.09.2028 / 15.10.2028 → 9.10%–9.15%


Obligasi 2029:

15.06.2029 / 15.09.2029 / 15.10.2029 → 9.50%–9.55%


Tenor Lebih Panjang:

15.03.2031 → 10.00%

01.06.2033 / 01.11.2033 → 10.60%

01.07.2037 → 10.80%



📈 Volume perdagangan tetap moderat, tetapi minat terlihat di seluruh kurva, mengisyaratkan reposisi awal menjelang ekspektasi kebijakan.

🌏 Pembaruan FX & Likuiditas:

USD/LKR: Depresiasi sedikit menjadi 304.49 (dibandingkan 304.42 sebelumnya).

Likuiditas Sistem Perbankan: Menyusut tajam menjadi LKR 105.2Bn (dari 155.1Bn).


💬 Pendapat Analis:
Meskipun label “bearish”, pelunakan kurva dan aktivitas stabil menunjukkan akumulasi di bawah permukaan. Investor mungkin sedang mempersiapkan penyesuaian suku bunga atau pelonggaran makro ke depan — tetapi dengan ketatnya likuiditas, volatilitas jangka pendek tetap ada. ⚠️💰

#SriLankaBonds #FixedIncomeLayer #MarketUpdate #LKR #YieldCurve #FirstCapitalResearch
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Jelajahi berita kripto terbaru
⚡️ Ikuti diskusi terbaru di kripto
💬 Berinteraksilah dengan kreator favorit Anda
👍 Nikmati konten yang menarik minat Anda
Email/Nomor Ponsel