Pasar ekuitas Eropa telah dibuka pada 2026 di level tertinggi rekor, menandakan kepercayaan investor yang diperbarui setelah siklus makro yang menantang. Penurunan inflasi, meredanya tekanan energi, dan harapan akan kebijakan moneter yang lebih akomodatif telah mendorong modal untuk kembali berputar ke aset berisiko—terutama ekuitas kapitalisasi besar dan sektor pertumbuhan defensif.
Namun di balik permukaan, ekonomi riil Eropa menceritakan kisah yang lebih rapuh.
Sepanjang 2025, sektor manufaktur zona Euro tetap dalam kontraksi. Permintaan global yang lemah, biaya pembiayaan yang tinggi, dan ketidakpastian geopolitik yang terus berlanjut terus membebani output industri. Ekonomi yang berorientasi ekspor merasakan tekanan paling besar, karena permintaan eksternal yang lesu dan kondisi kredit yang lebih ketat membatasi momentum pemulihan.