Acara Kripto Dibatalkan di Prancis di Tengah Deretan Serangan Keras terhadap Pemegang Aset
Dua acara kripto besar, NFT Paris dan RWA Paris 2026, dibatalkan karena penurunan pasar dan kekhawatiran akan keamanan setelah serangkaian serangan fisik kejam terhadap pemegang aset kripto di seluruh Prancis, yang telah melihat lebih dari 20 insiden semacam itu. Meskipun panitia menyebutkan tantangan finansial, suasana takut yang diciptakan oleh serangan tersebut merupakan faktor mendasar yang memengaruhi partisipasi publik.
Serangan tersebut merupakan bagian dari tren global yang disebut "serangan kunci inggris", di mana pelaku menggunakan kekerasan fisik dan penyiksaan untuk memaksa korban menyerahkan akses ke aset digital mereka. Prancis khususnya telah menjadi pusat perhatian, dengan setidaknya 18 kasus tercatat di seluruh negara hanya dalam periode Juli 2024 hingga November 2025.
Wawasan Utama
Ancaman Fisik yang Meningkat: Bahaya dalam komunitas kripto telah bergeser dari risiko keuangan utama (penipuan, runtuhnya pasar) ke ancaman fisik, termasuk penculikan dan penyusupan ke rumah.
Korban Terkenal: Targetnya termasuk individu kaya, eksekutif perusahaan seperti Ledger dan Paymium, serta anggota keluarga mereka.
Modus Operandi: Pelaku sering melakukan pengintaian, terkadang menggunakan informasi yang ditemukan di basis data publik atau media sosial untuk mengidentifikasi individu yang rentan.
Lokasi yang Tersebar: Insiden terjadi di berbagai lokasi di Prancis, termasuk Paris, Normandia, Nantes, dan Essonne, menunjukkan masalah yang meluas daripada terbatas pada satu kota saja.
Respons Industri: Meningkatnya kekerasan telah mendorong beberapa eksekutif kripto untuk meningkatkan keamanan pribadi secara signifikan dan mendorong para pemimpin industri untuk bertemu dengan otoritas Prancis guna membahas langkah-langkah keamanan.
#CryptoCrime #CPIWatch #CryptoAttacks #WrenchAttacks #NFTParis