“Bunga di Dalam Kebisingan”
Saya tidak bertemu dengannya di tempat yang sempurna.
Saya bertemu dengannya di tempat hidup yang berdebu, bising, dan belum selesai.
Pom bensin berdengung dengan mesin dan panas pagi. Saya bergerak cepat, bertahan hidup. Lalu dia lewat.
Dia tidak berusaha untuk diperhatikan.
Angin mengangkat rambutnya, sebuah bunga terselip di belakang telinganya. Kecil. Tenang. Menentang.
Itu yang membuat saya terhenti.
Bukan tubuhnya. Bukan kekacauan di sekitar kami.
Kontrasnya.
Kehadirannya menenangkan pikiran saya yang berpacu. Dunia tidak menghilang, tetapi menyempit. Jantung saya tidak berdebar—itu tenang.
Saya tidak berusaha untuk mengesankannya.
Saya tidak melarikan diri dari hidup saya.
Saya hanya melihatnya.
Cinta tidak menyambar seperti petir.
Ia datang seperti pemahaman. Tenang. Pasti. Sabar.
Beberapa hubungan tidak meminta untuk dikejar.
Mereka meminta untuk dihormati.
Dan bunga itu memberitahu saya segala yang perlu saya ketahui. “Bunga di Dalam Kebisingan”
Saya tidak bertemu dengannya di tempat yang sempurna.
Saya bertemu dengannya di tempat hidup yang berdebu, bising, dan belum selesai.
Pom bensin berdengung dengan mesin dan panas pagi. Saya bergerak cepat, bertahan hidup. Lalu dia lewat.
Dia tidak berusaha untuk diperhatikan.
Angin mengangkat rambutnya, sebuah bunga terselip di belakang telinganya. Kecil. Tenang. Menentang.
Itu yang membuat saya terhenti.
Bukan tubuhnya. Bukan kekacauan di sekitar kami.
Kontrasnya.
Kehadirannya menenangkan pikiran saya yang berpacu. Dunia tidak menghilang, tetapi menyempit. Jantung saya tidak berdebar—itu tenang.
Saya tidak berusaha untuk mengesankannya.
Saya tidak melarikan diri dari hidup saya.
Saya hanya melihatnya.
Cinta tidak menyambar seperti petir.
Ia datang seperti pemahaman. Tenang. Pasti. Sabar.
Beberapa hubungan tidak meminta untuk dikejar.
Mereka meminta untuk dihormati.
Dan bunga itu memberitahu saya segala yang perlu saya ketahui.
#Observation #Momentum #Plasma #XPL #Write2Earn