Sebastião Salgado mengabdikan hidupnya untuk mendokumentasikan apa yang diabaikan oleh banyak orang hingga kematiannya pada tahun 2025. Selama lima puluh tahun, ia telah menjelajahi lebih dari 120 negara, mendokumentasikan para penambang, imigran, hutan hujan, sungai, dan cara hidup yang secara bertahap menghilang.
Salgado terkenal dengan gaya fotografi hitam putihnya yang mencolok, dan arsip karyanya bersifat global dan sangat pribadi, berfokus pada tema-tema seperti tenaga kerja, pengungsian, keindahan, dan kelangsungan hidup.
Pada tahun 1973, ia meninggalkan karier ekonominya yang menjanjikan untuk mengabdikan diri sepenuhnya pada fotografi. Selama bertahun-tahun, karyanya telah menangkap kelaparan di Etiopia, kebakaran ladang minyak di Kuwait, dan kehidupan di jantung Amazon, tempat ia menghabiskan beberapa tahun bersama masyarakat adat.