#StablecoinSurge Pasar stablecoin telah mengalami pertumbuhan yang signifikan baru-baru ini, dipengaruhi oleh berbagai faktor:
1. Adopsi Institusional dan Perluasan Pasar
Bank-bank besar dan perusahaan fintech, termasuk Bank of America, Standard Chartered, PayPal, Revolut, dan Stripe, sedang memasuki pasar stablecoin. Mereka bertujuan untuk meningkatkan pembayaran lintas batas menggunakan cryptocurrency, tertarik oleh efisiensi biaya dan segera dari transaksi stablecoin dibandingkan dengan sistem perbankan tradisional. Tren ini sangat mencolok di pasar negara berkembang, di mana stablecoin menawarkan alternatif yang dapat diandalkan untuk tabungan dan transaksi di tengah fluktuasi mata uang lokal.
2. Perkembangan Legislatif
Senat AS sedang mempertimbangkan Undang-Undang GENIUS, sebuah rancangan bipartisan yang mengusulkan kerangka regulasi untuk stablecoin. Legislasi ini bertujuan untuk melegitimasi stablecoin dan mempromosikan adopsi mereka secara mainstream sebagai opsi pembayaran. Sementara pendukung percaya bahwa ini menyeimbangkan inovasi dengan perlindungan konsumen, para kritikus mengungkapkan kekhawatiran tentang potensi ketidakstabilan keuangan dan kurangnya perlindungan yang memadai.
3. Indikator Pasar dan Perilaku Investor
Pasokan stablecoin telah meningkat, dengan kapitalisasi pasar melebihi $219 miliar, menunjukkan peningkatan likuiditas di pasar crypto. Secara historis, meningkatnya pasokan stablecoin menunjukkan permintaan yang kuat untuk aset crypto dan potensi tren bullish. Sebaliknya, penurunan pasokan dapat menandakan perilaku menghindari risiko dan kemungkinan penurunan pasar.
4. Inovasi Teknologi dan Keuangan
Stablecoin semakin diminati karena kecepatan, keterlacakan, dan keuntungan biaya dibandingkan dengan transfer kawat tradisional. Lembaga keuangan seperti FV Bank sedang mengintegrasikan transaksi stablecoin, menawarkan layanan dengan stablecoin seperti USDC, USDT, dan PYUSD. Integrasi ini mencerminkan peran yang semakin besar dari stablecoin dalam industri keuangan.
5. Adopsi Global
Di negara-negara seperti Brasil, impor crypto telah meningkat, didorong oleh peningkatan penggunaan stablecoin. Stablecoin kini mewakili hampir 70% dari semua transaksi crypto di Brasil, menyoroti peran mereka di daerah dengan ketidakstabilan.