Minat Terbuka Toncoin Meningkat 70% di Tengah Laporan Pavel Durov Meninggalkan Prancis
Laporan tentang kepergian pendiri Telegram, Pavel Durov, dari Prancis bertepatan dengan lonjakan tajam 67% dalam Minat Terbuka (OI) Toncoin dalam 24 jam terakhir.
Durov telah diperintahkan untuk tetap berada di negara tersebut setelah penahanan selama tujuh bulan. Menurut data CoinGlass, OI Toncoin—sebuah ukuran kontrak derivatif yang belum diselesaikan seperti futures dan opsi—melonjak menjadi $169 juta pada 15 Maret, menandai level tertingginya sejak 1 Februari, ketika berada di $171,49 juta.
Spekulasi Meningkat tentang Masa Depan Toncoin
Berita tentang kepergian Durov yang dilaporkan telah memicu spekulasi tentang dampak potensialnya terhadap ekosistem Toncoin, yang mendorong lonjakan OI. Toncoin (TON) adalah cryptocurrency asli dari The Open Network (TON), yang mendukung ekosistem Aplikasi Mini Telegram.
Harga Toncoin juga merespons secara positif, melonjak 17% dalam periode yang sama untuk diperdagangkan di $3,45, menurut CoinMarketCap. Sumber daya perdagangan Crypto Billion menunjukkan bahwa TON memasuki fase akumulasi jangka panjang dekat level support kunci, dengan analis pasar mengawasi rally ini dengan cermat.
Potensi Volatilitas di Depan
Meskipun lonjakan baru-baru ini, kekhawatiran tentang volatilitas tetap ada. Penurunan harga kembali ke angka $3 dapat memicu likuidasi sekitar $18,8 juta dalam posisi panjang.
Rumor tentang perpindahan Durov ke Dubai—sebuah yurisdiksi tanpa perjanjian ekstradisi dengan beberapa negara—juga telah menghidupkan kembali diskusi tentang regulasi kripto. Penangkapannya di Prancis pada Agustus 2024 telah menimbulkan kekhawatiran tentang kemungkinan tindakan penegakan hukum terhadap platform yang berfokus pada privasi, dengan pihak berwenang menuduh Telegram memfasilitasi kegiatan ilegal.
Sejarah Reaksi Pasar terhadap Masalah Hukum Durov
OI Toncoin sebelumnya melonjak 32% setelah penangkapan Durov pada 24 Agustus 2024, sementara harganya turun sekitar 12%.
Menambah dinamika pasar, Telegram baru-baru ini mengubah strategi blockchain-nya. Pada bulan Januari, perusahaan menegaskan kembali