💼 Goldman Sachs menghabiskan "banyak waktu" untuk kripto dan pasar prediktif
CEO Goldman Sachs, David Solomon, mengonfirmasi bahwa bank tersebut sangat meningkatkan pekerjaan internal terkait teknologi kripto, khususnya tokenisasi, stablecoin, dan pasar prediktif.
📞 Dalam konferensi telepon hasil kuartal keempat, Solomon menjelaskan bahwa Goldman secara ketat menganalisis bagaimana:
aset yang ditarik menjadi token,
stablecoin,
dan pasar prediksi yang diatur oleh CFTC,
dapat terintegrasi ke dalam aktivitas perdagangan, pasar, dan konsultasi grup.
💬 "Ini adalah dua bidang di mana sejumlah besar karyawan perusahaan sangat fokus: tokenisasi dan stablecoin," kata Solomon.
🔮 Pasar Prediktif: Minat Strategis
Solomon juga mengungkapkan bahwa ia bertemu awal tahun 2026 dengan para pemimpin platform pasar prediktif utama — tanpa menyebutkan nama mereka.
Penekanannya terhadap regulasi mengisyaratkan adanya aktor seperti Kalshi atau Polymarket, keduanya diawasi oleh CFTC.
👉 "Saya jelas melihat peluang di mana pasar prediktif berpotensi bersinggungan dengan aktivitas kami," tambahnya.
🏛️ Regulasi: Goldman dalam Diskusi di Washington
Goldman Sachs juga aktif terlibat dalam pembicaraan politik, khususnya terkait Clarity Act, sebuah undang-undang penting untuk membentuk kerangka kerja kripto di Amerika Serikat.
📍 "Saya berada di Washington minggu ini untuk berdiskusi dengan pembuat kebijakan mengenai apa yang menurut kami penting," jelas Solomon.
🚀 Yang perlu diingat:
Bank-bank besar tidak lagi bertanya apakah mereka harus tertarik pada kripto, tetapi bagaimana mengintegrasikannya secara luas, dalam kerangka yang diatur dan institusional.
#GoldmanSachs #Crypto #Tokenisation #Stablecoins #PredictionMarkets $BTC $BNB $DASH