Binance Square

trumpadministrat

178 penayangan
3 Berdiskusi
Karide
·
--
#USIranStandoff De “ancaman yang mendekat” kepada pencegahan: AS memiliki strategi yang koheren untuk Iran? Sejak awal abad XXI, kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Iran telah ditandai oleh fluktuasi antara konfrontasi langsung dan upaya pencegahan. Di bawah pemerintahan Donald Trump, sikap ini menjadi semakin tidak dapat diprediksi, terutama setelah penarikan sepihak dari kesepakatan nuklir pada tahun 2018 dan penerapan sanksi ekonomi yang ketat. Tindakan Washington sering berpindah dari retorika “ancaman yang mendekat” — membenarkan operasi militer atau pembunuhan selektif — ke pernyataan tentang perlunya menahan ambisi regional Iran melalui pencegahan. Namun, wajar untuk mempertanyakan apakah ada strategi yang koheren. Sanksi ekonomi mengisolasi Teheran dan menekan ekonominya, tetapi tidak menghentikan kemajuan dalam program nuklir maupun secara signifikan mengurangi pengaruhnya di Timur Tengah. Di sisi lain, peristiwa seperti serangan yang membunuh Qassem Soleimani secara dramatis meningkatkan ketegangan tanpa menghasilkan hasil diplomatik yang konkret. Peralihan antara ancaman dan upaya dialog menunjukkan lebih sebagai reaksi terhadap keadaan daripada rencana yang terartikulasi dalam jangka panjang. Dengan cara itu, jelas bahwa Amerika Serikat masih menghadapi tantangan yang cukup besar untuk menyelaraskan tujuan strategisnya dengan tindakan yang benar-benar efektif terhadap Iran — sebuah lawan yang tangguh di salah satu wilayah paling tidak stabil di dunia. USIran #TimurTengah #QasemSoleimani #KebijakanLuarNegeriAS #Geopolitics itics #TrumpAdministrat nistration #GlobalSecurityAlert urity #MilitaryTensions ensions #HubunganIranAS #PolitikDunia #BeritaTerkini #TRTWorld$XMR $BTC
#USIranStandoff De “ancaman yang mendekat” kepada pencegahan: AS memiliki strategi yang koheren untuk Iran?

Sejak awal abad XXI, kebijakan luar negeri Amerika Serikat terhadap Iran telah ditandai oleh fluktuasi antara konfrontasi langsung dan upaya pencegahan. Di bawah pemerintahan Donald Trump, sikap ini menjadi semakin tidak dapat diprediksi, terutama setelah penarikan sepihak dari kesepakatan nuklir pada tahun 2018 dan penerapan sanksi ekonomi yang ketat. Tindakan Washington sering berpindah dari retorika “ancaman yang mendekat” — membenarkan operasi militer atau pembunuhan selektif — ke pernyataan tentang perlunya menahan ambisi regional Iran melalui pencegahan.

Namun, wajar untuk mempertanyakan apakah ada strategi yang koheren. Sanksi ekonomi mengisolasi Teheran dan menekan ekonominya, tetapi tidak menghentikan kemajuan dalam program nuklir maupun secara signifikan mengurangi pengaruhnya di Timur Tengah. Di sisi lain, peristiwa seperti serangan yang membunuh Qassem Soleimani secara dramatis meningkatkan ketegangan tanpa menghasilkan hasil diplomatik yang konkret.

Peralihan antara ancaman dan upaya dialog menunjukkan lebih sebagai reaksi terhadap keadaan daripada rencana yang terartikulasi dalam jangka panjang. Dengan cara itu, jelas bahwa Amerika Serikat masih menghadapi tantangan yang cukup besar untuk menyelaraskan tujuan strategisnya dengan tindakan yang benar-benar efektif terhadap Iran — sebuah lawan yang tangguh di salah satu wilayah paling tidak stabil di dunia.
USIran
#TimurTengah
#QasemSoleimani
#KebijakanLuarNegeriAS
#Geopolitics itics
#TrumpAdministrat nistration
#GlobalSecurityAlert urity
#MilitaryTensions ensions
#HubunganIranAS
#PolitikDunia
#BeritaTerkini
#TRTWorld$XMR $BTC
🚨 Elon Musk Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Peran Gedung Putih #Elon Musk secara resmi telah menyelesaikan masa jabatannya di pemerintahan Trump, di mana ia memimpin inisiatif Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) untuk mengurangi pemborosan pemerintah. Dalam sebuah tweet, Musk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Trump atas kesempatan tersebut, menyatakan bahwa misi DOGE akan terus memperkuat dan menjadi cara hidup di seluruh pemerintahan. Keluarnya Musk terjadi setelah ketidaksepakatan publik yang jarang dengan Trump mengenai RUU pengeluaran pemerintahan, yang diyakini Musk akan meningkatkan defisit anggaran dan merusak pekerjaan DOGE. RUU tersebut, yang dikenal sebagai "One Big, Beautiful Bill Act," mengusulkan pemotongan pajak dan pengeluaran yang besar, tetapi para kritikus memperingatkan bahwa hal itu dapat menghancurkan perawatan kesehatan dan membengkakkan defisit nasional sebesar $4 triliun dalam satu dekade. 👉 Sorotan Utama Masa Jabatan Musk: -$DOGE Prestasi: Puluhan ribu orang dihapus dari gaji pemerintah, dan beberapa departemen dibongkar atau ditutup di bawah kepemimpinan Musk. - Tantangan: Musk menghadapi perlawanan dari birokrasi yang sudah mapan, dan gaya dominannya dikritik. Bisnis-bisnisnya, termasuk Tesla, juga mengalami kesulitan selama masa jabatannya. - Rencana Masa Depan: Musk akan fokus pada perusahaannya, termasuk Tesla, SpaceX, dan X (sebelumnya Twitter), sambil tetap mendukung misi DOGE. Kepulangan Musk tidak mengejutkan, karena perannya awalnya dirancang untuk sementara, dengan batas sekitar 130 hari per tahun. Namun, waktu kepulangannya telah menimbulkan pertanyaan, mengingat kritiknya baru-baru ini terhadap rencana anggaran Trump. Apa pendapatmu – keluar cerdas atau waktu yang buruk? 🤔 #DOGE #TrumpAdministrat $ETH #ElonMusk {spot}(ETHUSDT) {spot}(DOGEUSDT)
🚨 Elon Musk Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Peran Gedung Putih

#Elon Musk secara resmi telah menyelesaikan masa jabatannya di pemerintahan Trump, di mana ia memimpin inisiatif Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) untuk mengurangi pemborosan pemerintah. Dalam sebuah tweet, Musk mengungkapkan rasa terima kasih kepada Trump atas kesempatan tersebut, menyatakan bahwa misi DOGE akan terus memperkuat dan menjadi cara hidup di seluruh pemerintahan.

Keluarnya Musk terjadi setelah ketidaksepakatan publik yang jarang dengan Trump mengenai RUU pengeluaran pemerintahan, yang diyakini Musk akan meningkatkan defisit anggaran dan merusak pekerjaan DOGE. RUU tersebut, yang dikenal sebagai "One Big, Beautiful Bill Act," mengusulkan pemotongan pajak dan pengeluaran yang besar, tetapi para kritikus memperingatkan bahwa hal itu dapat menghancurkan perawatan kesehatan dan membengkakkan defisit nasional sebesar $4 triliun dalam satu dekade.

👉 Sorotan Utama Masa Jabatan Musk:

-$DOGE Prestasi: Puluhan ribu orang dihapus dari gaji pemerintah, dan beberapa departemen dibongkar atau ditutup di bawah kepemimpinan Musk.
- Tantangan: Musk menghadapi perlawanan dari birokrasi yang sudah mapan, dan gaya dominannya dikritik. Bisnis-bisnisnya, termasuk Tesla, juga mengalami kesulitan selama masa jabatannya.
- Rencana Masa Depan: Musk akan fokus pada perusahaannya, termasuk Tesla, SpaceX, dan X (sebelumnya Twitter), sambil tetap mendukung misi DOGE.

Kepulangan Musk tidak mengejutkan, karena perannya awalnya dirancang untuk sementara, dengan batas sekitar 130 hari per tahun. Namun, waktu kepulangannya telah menimbulkan pertanyaan, mengingat kritiknya baru-baru ini terhadap rencana anggaran Trump. Apa pendapatmu – keluar cerdas atau waktu yang buruk? 🤔 #DOGE #TrumpAdministrat $ETH #ElonMusk
Masuk untuk menjelajahi konten lainnya
Jelajahi berita kripto terbaru
⚡️ Ikuti diskusi terbaru di kripto
💬 Berinteraksilah dengan kreator favorit Anda
👍 Nikmati konten yang menarik minat Anda
Email/Nomor Ponsel