Perkembangan Hukum & Putusan Pengadilan
Pengadilan banding federal AS telah memutuskan dalam keputusan 7–4 bahwa sebagian besar tarif luas yang diberlakukan oleh Trump menggunakan kekuatan darurat di bawah Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) melebihi wewenangnya secara hukum dan tidak sah.
Meskipun demikian, pengadilan telah menunda penegakan putusannya hingga 14 Oktober, memberi waktu kepada administrasi untuk mengajukan banding ke Mahkamah Agung.
Tarif tertentu—seperti tarif pada baja, aluminium, dan ambang de minimis—tetap tidak terpengaruh oleh putusan dan masih berlaku.
---
Reaksi Administrasi & Konteks Ekonomi
Presiden Trump telah membela tarif tersebut dengan kuat, menyebutnya penting untuk melindungi pekerja Amerika dan mengamankan kepentingan nasional. Di Truth Social, dia memperingatkan bahwa penghapusan tarif dapat memicu penarikan investasi sebesar $15 triliun dan berpotensi mengancam posisi ekonomi AS.
Pada Juli 2025, pendapatan tarif telah melonjak secara dramatis—satu laporan mencatat $159 miliar, sementara yang lain menyatakan $183,1 miliar dalam bea cukai yang dikumpulkan, jauh lebih tinggi daripada tahun-tahun sebelumnya dan digunakan oleh Trump untuk berargumen tentang manfaat ekonomi dari tarif dalam mengurangi defisit dan utang.
---
Tabel Ringkasan
Aspek Status Saat Ini
Putusan Pengadilan Tarif darurat era Trump sebagian besar ilegal di bawah IEEPA.
Penegakan Putusan ditunda hingga 14 Oktober; menunggu banding Mahkamah Agung.
Tarif Masih Aktif Baja, aluminium, pengecualian de minimis, dan lainnya.
Posisi Trump Membela tarif sebagai esensial, berjanji untuk berjuang secara hukum.
Pendapatan Tarif Memuncak sekitar $159–183 miliar pada FY 2025.
---
Apa yang Akan Datang?
Mahkamah Agung sekarang mungkin menjadi penengah terakhir—keputusannya bisa mempertahankan putusan atau mengembalikan kekuatan tarif darurat Trump.
Sementara itu, dampak ekonomi—termasuk diskusi yang terus berlanjut tentang efeknya terhadap inflasi, hubungan internasional, dan pendapatan—tetap menjadi topik hangat.
#TrumpTariffsNews #Trump's
#TRUMP