Perusahaan energi milik negara Bolivia, Yacimientos Petrolíferos Fiscales Bolivianos (YPFB), baru saja mengumumkan rencana untuk menggunakan cryptocurrency untuk pembayaran kontrak impor energi, menurut Reuters pada 12/03/2025. Langkah ini datang di tengah negara Amerika Selatan ini berjuang dengan kekurangan cadangan devisa dan penurunan tajam ekspor gas alam. Apakah crypto benar-benar menjadi “penyelamat” bagi Bolivia, atau hanya langkah berisiko di tengah krisis?