#allwebwalletarescam Tidak semua dompet web adalah penipuan, tetapi banyak yang menghadapi risiko keamanan karena sifatnya yang online. Berikut adalah alasan utama untuk berhati-hati:
1. Risiko Tinggi Peretasan
Dompet web disimpan secara online, membuatnya rentan terhadap peretasan, serangan phishing, dan malware.
Jika seorang peretas mendapatkan akses ke kredensial Anda, mereka dapat menguras dana Anda dengan cepat.
2. Risiko Custodial vs. Non-Custodial
Banyak dompet web adalah custodial, yang berarti pihak ketiga mengontrol kunci privat Anda.
"Bukan kunci Anda, bukan koin Anda"—jika penyedia diretas atau ditutup, Anda bisa kehilangan akses ke dana Anda.
3. Dompet Palsu & Penipuan
Banyak dompet web yang menipu meniru yang asli untuk mencuri kunci privat atau menipu pengguna untuk mengirim dana.
Selalu verifikasi URL dan jangan pernah memasukkan frase pemulihan Anda di situs yang tidak dikenal.
4. Dompet Pertukaran Dapat Membekukan Dana
Beberapa dompet web berbasis pertukaran (seperti Binance, Coinbase) dapat membekukan penarikan karena masalah regulasi, peretasan, atau masalah likuiditas.
Jika platform runtuh (misalnya, FTX), pengguna mungkin tidak pernah dapat memulihkan aset mereka.
5. Serangan Phishing & Rekayasa Sosial
Penipu membuat halaman login palsu untuk mencuri kredensial.
Ekstensi browser atau pop-up dapat menyuntikkan malware untuk mencuri informasi dompet.
Cara Tetap Aman
✅ Gunakan dompet perangkat keras (Ledger, Trezor) untuk penyimpanan jangka panjang.
✅ Jika menggunakan dompet web, pilih yang non-custodial seperti MetaMask atau Trust Wallet.
✅ Selalu periksa kembali URL dan jangan pernah berbagi frase pemulihan Anda.
✅ Pertimbangkan menggunakan browser dengan perlindungan anti-phishing.
Apakah Anda ingin rekomendasi tentang dompet kripto yang paling aman?