๐ฎ๐ณโ๏ธ๐บ๐ธโMungkin tanya Meta,
#ElonMusk ,
#TimCook : Perang kata setelah Navarro membagikan pos โtarif pekerja jarak jauh asingโ ๐ป๐ผ
๐ฅ Sebuah perang media sosial telah meletus setelah mantan penasihat Gedung Putih Peter Navarro membagikan panggilan untuk mengenakan tarif pada pekerja jarak jauh asing, memicu reaksi dari para ahli India.
๐ฒ Ini dimulai ketika tokoh alt-right Jack Posobiec mencuit:
"Pekerja jarak jauh asing harus dikenakan tarif. Outsourcing harus dikenakan pajak seperti barang."
Navarro membagikan kembali cuitan tersebut, menandakan dukungan, dengan pesan misterius: โIni sedang terjadi.โ
๐จ๏ธ Sebagai tanggapan, pengacara IPR India Navroop Singh menyampaikan:
"Mungkin tanya Meta, Elon Musk, Tim Cook โ taktik penindasan ini tidak akan berhasil!"
Dia memperingatkan bahwa India dapat memperkenalkan kembali Pajak Layanan Digital pada Big Tech.
๐ Poin-poin tajam dari Singh:
๐ฎ๐ณ India adalah pasar konsumen terbesar dengan 1,4 miliar orang
๐ฎ๐ณ Menjadi tuan rumah kantor terbesar OpenAI, investasi Google sebesar $6 miliar, dan iPhone 17 kini Diproduksi di India
๐ฎ๐ณ Ekonomi berbasis konsumsi, tidak rentan seperti China yang berat pada ekspor
๐ฅ Dia bahkan menyebut:
โTanya Sam Altman apakah ChatGPT ingin kehilangan pasar India.โ
๐ Komentar tersebut muncul di tengah ketegangan yang meningkat saat pemerintahan Trump memberlakukan tarif >50% pada barang-barang India โ kedua setelah Brasil. Analis strategis Ashley Tellis menyalahkan Navarro karena merusak hubungan AS-India, mendorong India lebih dekat dengan rival seperti Rusia dan China.
๐งญ Masalah inti? Kebencian Trump karena tidak mendapatkan kredit untuk mempertemukan ketegangan India-Pakistan lebih awal tahun ini.
โ ๏ธ Saat raksasa teknologi menggandakan investasi di India, pertempuran online ini lebih dari sekadar cuitan โ ini tentang siapa yang mengendalikan masa depan digital.
๐ Ikuti saya untuk lebih banyak pembaruan dan wawasan terbaru ๐
Terima kasih ๐