Penangkapan CZ oleh AS: Pukulan bagi Binance Mirip dengan yang Dihadapi Perusahaan Iran

Penangkapan CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), oleh otoritas AS telah menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan salah satu bursa mata uang kripto terbesar di dunia. Beberapa pihak berspekulasi bahwa selama penyelidikannya, pemerintah AS mungkin telah menyita miliaran dolar dari CZ. Namun, meskipun potensi pukulan finansial ini signifikan, perusahaan-perusahaan Iran secara historis menghadapi kerusakan yang lebih besar di tangan sanksi AS, yang menyebabkan banyak perusahaan mengalihkan operasi mereka dari AS ke Eropa.

Penyitaan Finansial dan Sanksi terhadap Perusahaan-Perusahaan Iran

Bisnis-bisnis Iran telah lama menjadi sasaran sanksi AS, terutama setelah Revolusi Islam pada tahun 1979. Sanksi-sanksi ini diperketat selama bertahun-tahun karena ketegangan geopolitik, khususnya seputar program nuklir Iran. Akibatnya, perusahaan-perusahaan Iran menghadapi pembatasan yang melumpuhkan yang berdampak parah pada kemampuan mereka untuk beroperasi di pasar internasional. Aset Iran senilai miliaran dolar dibekukan di bank-bank AS, dan akses mereka ke sistem keuangan global yang vital, seperti SWIFT, dibatasi.

Sanksi tersebut juga memengaruhi berbagai industri, termasuk minyak, perbankan, dan teknologi. Perusahaan-perusahaan Iran merasa terisolasi, tidak dapat terlibat dalam perdagangan global, dan kesulitan mempertahankan rantai pasokan. Dampaknya begitu parah sehingga banyak bisnis yang bangkrut atau terpaksa merelokasi operasi mereka ke yurisdiksi yang lebih bersahabat, khususnya di Eropa. Di Eropa, perusahaan-perusahaan Iran menemukan lingkungan regulasi yang agak lebih akomodatif, meskipun mereka masih menghadapi tantangan dari sanksi ekstrateritorial AS.

Kesamaan dengan Situasi Binance

Meskipun situasi CZ dengan Binance mungkin tidak sama dengan situasi perusahaan Iran, ada beberapa persamaan. Pemerintah AS telah lama mengawasi Binance, menuduhnya melakukan pelanggaran regulasi, khususnya terkait anti pencucian uang (AML) dan kepatuhan kenali nasabah Anda (KYC). Dengan penangkapan CZ, kekhawatiran sekarang adalah apakah AS akan menyita aset Binance, yang berpotensi melumpuhkan operasi globalnya.

Sama seperti perusahaan-perusahaan Iran yang harus menghadapi kompleksitas sanksi AS, Binance mungkin harus menilai ulang strateginya untuk menghindari dampak lebih lanjut. Sudah ada pembicaraan tentang Binance yang mengurangi operasinya di AS dan mengalihkan lebih banyak fokus ke pasar lain, mungkin di Eropa atau Asia.

Dampak yang Lebih Luas pada Pasar Global

Sama seperti sanksi terhadap perusahaan Iran yang mengganggu pasar minyak global dan industri lainnya, tindakan signifikan apa pun terhadap Binance dapat mengirimkan gelombang kejut melalui industri mata uang kripto. Binance memainkan peran penting dalam likuiditas kripto global, dan kejatuhannya dapat menyebabkan guncangan di seluruh pasar.

Perusahaan-perusahaan Iran, setelah mengalami sanksi selama puluhan tahun, telah menemukan cara untuk beradaptasi dan bertahan hidup dengan membangun hubungan yang lebih kuat dengan Eropa dan pasar-pasar non-AS lainnya. Masih harus dilihat apakah Binance dapat meniru model ketahanan ini dalam menghadapi tekanan AS yang semakin meningkat.

Kesimpulan

Sementara investigasi AS terhadap CZ dan Binance telah menimbulkan kekhawatiran dalam industri mata uang kripto, tantangan yang dihadapi oleh perusahaan-perusahaan Iran di bawah sanksi AS menjadi pengingat bahwa bisnis dapat menemukan cara untuk bertahan hidup bahkan di bawah pengawasan ketat. Perusahaan-perusahaan Iran, dengan menjauh dari pasar yang didominasi AS dan membangun akar di Eropa, menawarkan peta jalan potensial bagi Binance. Namun, skala dan cakupan pengaruh Binance pada pasar global berarti bahwa perjalanannya mungkin penuh dengan tantangan yang lebih besar.

$SHIB

SHIB
SHIB
0.0₅668
-1.90%

$BONK

BONK
BONK
0.0₅701
-2.23%

$PEPE

PEPE
PEPE
0.0₅416
-1.88%

#BinanceLaunchpoolHMSTR #TerraformLabsBankruptcy #CryptoMarketMoves #BinanceTurns7 #TelegramCEO