Mengapa AS dan Negara Zionis Lainnya Bergabung dengan Israel dalam Perang Melawan Palestina?

Konflik terkini antara Israel dan Palestina telah memicu spekulasi dan kontroversi yang meluas, khususnya mengenai keterlibatan Amerika Serikat dan negara-negara lain yang berpihak pada Zionis. Salah satu teori utama menunjuk pada Perjanjian Abraham, sebuah perjanjian penting yang seharusnya membuka jalan bagi perdamaian di Timur Tengah, sebagai katalis potensial untuk kekerasan ini.

Menurut laporan, lebih dari $10 kuadriliun telah disetorkan ke bank-bank Israel dari para pemimpin Arab berdasarkan ketentuan Perjanjian Abraham. Jumlah yang besar ini dialokasikan untuk pembangunan kembali rumah-rumah warga Palestina, sebuah upaya yang sangat dibutuhkan untuk meringankan penderitaan rakyat Palestina yang telah lama terjebak dalam baku tembak ketegangan regional. Dana tersebut dimaksudkan untuk memberikan bantuan keuangan kepada penduduk Palestina yang tertindas dan membantu dalam pembangunan kembali komunitas mereka.

Namun, pertikaian yang relatif kecil dengan cepat meningkat menjadi konflik besar-besaran, dengan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran. Ironisnya, orang-orang Arab yang seharusnya mendapatkan keuntungan dari proyek-proyek rekonstruksi ini justru menjadi korban utama perang ini. Rumah-rumah yang dimaksudkan untuk mereka gunakan tidak pernah terwujud, karena perang malah menyebabkan kerusakan dan pengungsian yang meluas.

Yang menambah kerumitan, triliunan dolar dari warga Arab dan Israel yang tinggal di AS dan negara-negara pendukung Zionis lainnya juga disetorkan ke bank-bank Israel. Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah dana ini disimpan di bank-bank Israel, atau telah ditransfer ke bank-bank AS atau lembaga-lembaga di negara-negara pro-Israel lainnya?

Sementara transaksi keuangan dan geopolitik memainkan peran penting dalam membentuk dinamika konflik, masih belum jelas apakah manuver moneter ini dimaksudkan untuk menstabilkan kawasan atau berfungsi sebagai kedok untuk motif yang lebih dalam dan lebih jahat. Keterlibatan AS dan sekutunya dalam perang ini menambah lapisan kompleksitas lain, menimbulkan keraguan tentang niat mereka yang sebenarnya di kawasan tersebut.

Sebagai kesimpulan, meskipun Abraham Accords dipandang sebagai jalan potensial menuju perdamaian dan kerja sama, perang berikutnya telah mempertanyakan ketulusan mereka yang terlibat. Aspek keuangan dari situasi ini hanya memperdalam misteri, memperjelas bahwa ada lebih banyak hal dalam konflik ini daripada yang terlihat. Apakah dana ini akan digunakan untuk tujuan awalnya—untuk membantu Palestina—masih belum pasti karena konflik terus berkecamuk.

Catatan Pembuat:

"Mungkin negara-negara Arab seperti Yordania, Maroko, Bahrain, Sudan, Uni Emirat Arab, dan lain-lain menyediakan uang ini untuk membunuh orang-orang Palestina, jika tidak, mereka tidak mengambil tindakan apa pun terhadap negara-negara Zionis!"

$BTC

BTC
BTC
71,524.78
-6.64%

$SHIB

SHIB
SHIB
0.0₅657
-3.38%

$LUNC

LUNC
LUNC
0.00003632
-4.37%

#BinanceLaunchpoolHMSTR #BTCReboundsAfterFOMC #IranianMissilesPlummetsBTC #CryptoMarketMoves #BinanceTurns7