Mogok kerja bersejarah di pelabuhan telah dimulai di Pantai Timur dan Gulf Coast, dengan hampir 50.000 anggota International Longshoremen's Association (ILA) melakukan aksi mogok kerja. Mogok kerja yang dimulai pada hari Selasa ini berpotensi menjadi salah satu aksi mogok kerja paling mengganggu di Amerika Serikat akhir-akhir ini.

Tuntutan dan Isu Utama

- Kenaikan Gaji: ILA mengupayakan kenaikan gaji sebesar 77% selama enam tahun, sementara Aliansi Maritim Amerika Serikat (USMX) telah membalas dengan kenaikan sebesar 50%.

- Otomatisasi: ILA menginginkan larangan otomatisasi di dermaga, yang diyakini dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan.

- Sengketa Kontrak: Kontrak anggota ILA yang ada telah berakhir, sehingga terjadi pemogokan.

Dampak terhadap Perekonomian dan Kehidupan Sehari-hari

- Gangguan Rantai Pasokan Global: Pemogokan ini diperkirakan akan mendatangkan malapetaka pada rantai pasokan global dan perekonomian.

- Kelangkaan: Konsumen Amerika mungkin menyadari adanya kelangkaan barang-barang tertentu, termasuk pisang, yang sebagian besar diimpor melalui pelabuhan Pantai Timur.

- Belanja Liburan: Waktu pemogokan, tepat sebelum musim liburan, dapat memengaruhi belanja dan inventaris.

Tanggapan Pemerintah

- Sikap Presiden Biden: Presiden Biden menolak untuk menerapkan Undang-Undang Taft-Hartley, yang akan memerintahkan pekerja yang mogok untuk kembali bekerja, dan berpihak pada pekerja Amerika.

Apa berikutnya?

- Negosiasi: ILA dan USMX akan melanjutkan negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan kontrak.

- Ketidakpastian: Durasi pemogokan tidak pasti, dengan potensi dampak pada ekonomi dan kehidupan sehari-hari.

#USElections2024

#TrumpInPump

#CryptoMarketMoves

#debates