Suatu hari di bulan Juni 2011, Kevin Day, seorang pengembang gim video dari Nebraska, mengalami sebuah peristiwa yang akan selalu terukir dalam sejarah Bitcoin. Ia adalah seorang pria yang hampir menjadi miliarder mata uang kripto tetapi kehilangan segalanya dalam salah satu insiden paling kontroversial di dunia mata uang kripto.

Kevin Day, seorang pria yang tumbuh dewasa pada tahun 1990-an, dikenal sebagai "geek" yang paham teknologi. Ia memiliki karier yang sukses sebagai pengembang game, berkontribusi pada game-game populer seperti Mortal Kombat 4 dan NBA Showtime. Setelah itu, ia mendirikan perusahaan rintisannya sendiri dan beralih ke web hosting, sebuah langkah yang akhirnya membawanya ke Bitcoin.

Pada tahun 2011, Bitcoin mulai diminati. Harganya telah naik dari $0,3 menjadi $7. Kevin, yang penasaran saat itu, menjadi terobsesi untuk mencoba menambang Bitcoin. Namun, peristiwa yang benar-benar mengubah hidupnya terjadi pada tanggal 19 Juni 2011, hari yang akan diingatnya sepanjang hidupnya.

Tentu, ini terjemahannya ke dalam bahasa Inggris:

Keputusan Berani di Tengah Kepanikan Pasar.

Pada hari itu, harga Bitcoin anjlok drastis. Dari $17, Bitcoin anjlok menjadi hanya $0,01 dalam waktu 20 menit. Kepanikan melanda pasar, tetapi tidak bagi Kevin. Sementara banyak orang takut dan menjual Bitcoin mereka, Kevin melihat ini sebagai peluang emas. Ia menempatkan pesanan beli Bitcoin senilai $3.000 pada harga $0,0101 per koin.

Tak lama kemudian, transaksi Kevin pun terlaksana. Dengan modal yang tidak seberapa, ia berhasil memperoleh 259.684 BTC. Saat harga Bitcoin kembali pulih ke level sebelumnya, keuntungannya pun melonjak hingga 166.000%. Saat itu, ia sudah meraup keuntungan yang cukup besar, yakni sekitar $5 juta. Namun, jika ia bertahan hingga saat ini, portofolionya akan bernilai fantastis, yakni $27,4 miliar.

Namun di situlah cerita berubah menjadi tragis.

🔷 My.gox melakukan pengembalian.

Kevin menyimpan semua Bitcoinnya di mt.Gox, yang dulunya merupakan bursa mata uang kripto terbesar, tidak hanya terjebak dalam baku tembak jatuhnya harga Bitcoin. Tempat itu juga menjadi pusat peretasan besar-besaran. Seorang peretas mencuri Bitcoin dalam jumlah besar dan menjualnya di pasar, sehingga menimbulkan kekacauan.

Sebagai tanggapan, Mt.Gox memutuskan untuk melakukan "rollback." Semua perdagangan yang dilakukan setelah peretasan, termasuk pembelian Bitcoin Kevin, dibatalkan. Keputusan ini secara drastis mengurangi aset di dompet Kevin. Dari perkiraan 260.000 BTC, ia hanya dapat menarik 643 BTC, jumlah maksimum yang diizinkan oleh bursa saat itu.

Tuduhan dan Dilema Moral.

Pembatalan tersebut memicu kemarahan dalam komunitas Bitcoin. Kevin, yang yakin bahwa perdagangannya sah, membela diri di depan publik. Ia bahkan tampil di acara TV bertema Bitcoin untuk membagikan kisahnya. Namun, opini publik tidak sepenuhnya berpihak padanya.

Banyak yang menduga Kevin adalah peretas di balik insiden tersebut. Tuduhan liar pun bermunculan, mencapnya sebagai "pencuri" yang mengambil untung dari kekacauan tersebut. Yang lain membelanya sebagai "pahlawan" karena menyuarakan penolakan terhadap ketidakadilan tersebut.

Kevin berkonsultasi dengan seorang pengacara yang menyarankannya untuk menuntut Mt.Gox. Namun, di tengah kekacauan yang dialaminya, ia memilih untuk tidak melanjutkan. Mengapa? Kevin tidak ingin melumpuhkan ekonomi Bitcoin yang masih rapuh. Baginya, kelangsungan hidup Bitcoin lebih penting daripada keuntungan pribadinya.

Pelajaran Pahit Kevin Day.

Kisah Kevin Day bukan hanya tentang kerugian finansial; ini adalah peringatan keras bagi para pemegang mata uang kripto. Pengalamannya mengajarkan pelajaran mendasar: "Jangan pernah menyimpan semua koin Anda di bursa."

Bursa kripto, meskipun nyaman, tidak memberikan kepemilikan penuh kepada penggunanya. Mt.Gox akhirnya melakukan apa yang dianggapnya terbaik untuk menyelamatkan dirinya sendiri, bahkan dengan mengorbankan penggunanya. Kevin kehilangan 259.360 BTC, dan impiannya untuk menjadi miliarder pun sirna.

Saat ini, kisah Kevin Day masih menjadi salah satu tragedi paling memilukan dalam sejarah Bitcoin. Di dunia kripto, namanya identik dengan keberanian, kelalaian, dan kejatuhan di masa-masa awal Bitcoin.

#story #Bitcoin #kevin