Di pasar saham, SAR biasanya merujuk pada indikator parabola atau titik pembalikan stop loss, yang dalam bahasa Inggris disebut "Stop and Reverse". Penjelasan lebih lanjut adalah sebagai berikut:

- Arti: Indikator SAR diciptakan oleh analis teknis Amerika, Welles Wilder, dan merupakan alat analisis yang memperhatikan harga dan waktu secara bersamaan. Indikator ini memprediksi puncak atau dasar harga saham dengan menghitung serangkaian titik yang disebut titik SAR, karena titik-titik yang membentuknya bergerak dalam cara melengkung, maka juga disebut "pembalikan parabola."

- Fungsi:

- Menilai arah tren: Ketika harga saham berada di atas indikator SAR, biasanya menunjukkan bahwa pasar berada dalam tren naik; sebaliknya, ketika harga berada di bawah indikator SAR, itu menunjukkan bahwa pasar berada dalam tren turun.

- Menentukan level stop loss dan profit: Investor dapat menggunakan posisi indikator SAR sebagai referensi untuk level stop loss. Dalam tren naik, ketika harga jatuh di bawah indikator SAR, itu berarti tren naik mungkin berakhir, sehingga dapat dipertimbangkan untuk mengurangi posisi atau keluar untuk mengontrol kerugian; dalam tren turun, jika harga menembus indikator SAR, itu bisa menjadi sinyal bahwa tren turun akan berakhir, sehingga dapat masuk pada waktu yang tepat. Ketika harga menembus indikator SAR dan terus menjauh, itu juga bisa dijadikan sebagai sinyal referensi untuk mengambil keuntungan.

- Meningkatkan disiplin trading: Indikator SAR memberikan sinyal beli dan jual yang jelas, membantu investor mengatasi gangguan emosi, mengikuti strategi trading yang telah ditetapkan, dan menghindari mengikuti tren secara buta atau trading impulsif.

- Pandangan:

- Amati posisi relatif indikator terhadap harga saham: Ketika harga saham mulai menembus garis SAR dari bawah ke atas, itu adalah sinyal beli, menandakan bahwa harga saham mungkin akan memulai tren naik; ketika harga saham menembus garis SAR ke atas dan terus bergerak naik, sementara garis SAR juga bergerak naik, itu menunjukkan bahwa tren naik harga saham telah terbentuk, garis SAR memberikan dukungan yang kuat bagi harga saham. Ketika harga saham mulai menembus garis SAR dari atas ke bawah, itu adalah sinyal jual, menandakan bahwa harga saham mungkin akan memulai tren turun; ketika harga saham menembus garis SAR ke bawah dan terus bergerak turun, sementara garis SAR juga bergerak turun, itu menunjukkan bahwa tren turun harga saham telah terbentuk, garis SAR memberikan tekanan besar pada harga saham.

- Perhatikan perubahan warna: Di banyak perangkat lunak trading, indikator SAR ditunjukkan dengan titik merah dan hijau. Secara umum, titik merah mewakili tren naik, sementara titik hijau mewakili tren turun. Ketika titik hijau berubah menjadi titik merah, itu sering kali menunjukkan ada peluang untuk masuk; ketika titik merah berubah menjadi titik hijau, itu adalah sinyal untuk menjual.

- Menggabungkan analisis dengan indikator lain: Untuk meningkatkan akurasi penilaian, indikator SAR dapat digunakan bersamaan dengan indikator teknis lainnya seperti MACD, RSI, rata-rata bergerak, dan lain-lain. Misalnya, ketika indikator SAR memberikan sinyal beli, jika MACD juga menunjukkan sinyal bullish seperti golden cross, maka keandalan sinyal beli mungkin lebih tinggi.

#看盘小知识 #SAR