Pendahuluan ke Studi Candle: Asal Usul dan Psikologi Pasar

Halo, teman-teman!

Memulai tema baru di sini:

"candlestick", saya akan berbagi sedikit tentang asal usul historis dan bagaimana grafik ini mencerminkan faktor psikologis di pasar keuangan.

Asal Usul Candlestick

Candlestick diciptakan di Jepang pada abad ke-18 oleh Munehisa Homma, seorang pedagang beras. Dia mengembangkan metode ini untuk menganalisis fluktuasi harga di pasar beras dan memahami perilaku para trader.

Mengapa Mereka Penting?

Candle bukan hanya grafik; mereka mengungkapkan emosi pasar. Setiap candle mewakili interaksi antara pembeli (bull) dan penjual (bear), menunjukkan siapa yang mendominasi selama periode tersebut.

Psikologi dalam Studi Candle

Candle juga merupakan cara untuk mempelajari faktor psikologis, seperti:

Ketakutan dan Keserakahan: Pergerakan tajam naik atau turun biasanya menunjukkan emosi ekstrem di pasar.

Ketidakpastian: Candle seperti Doji (di mana pembukaan dan penutupan sangat dekat) mencerminkan ketidakpastian antara pembeli dan penjual.

Tapi Apa Itu Candle?

Candlestick adalah representasi visual dari pergerakan harga sebuah aset dalam periode tertentu (1 menit, 1 hari, 1 minggu, dll.). Setiap candle menceritakan sebuah kisah tentang harga pembukaan, penutupan, tertinggi, dan terendah dari periode tersebut.

Struktur dari Sebuah Candle:

1. Badan: Menunjukkan perbedaan antara harga pembukaan dan penutupan.

Badan hijau: Harga naik selama periode tersebut.

Badan merah: Harga turun selama periode tersebut.

2. Bayangan (Sumbu): Menunjukkan harga tertinggi dan terendah yang tercatat dalam periode tersebut.

---

Jenis Dasar Candlestick

1. Candle Bullish:

Harga penutupan di atas harga pembukaan.

2. Candle Bearish:

Harga penutupan di bawah harga pembukaan.

Apakah Anda menyukai artikel ini? Suka dan beri komentar! Ingat: pembelajaran yang konstan adalah kunci untuk menguasai grafik!