🚨 PEMEGANG XRP 🚨 Ripple vs. SEC: Pimpinan Ripple Menolak Penundaan Kasus 🚨⚖️

Pertarungan hukum antara Ripple Labs dan Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) telah mencapai tonggak baru. CEO Ripple Brad Garlinghouse dan Ketua Eksekutif Chris Larsen menolak permintaan SEC untuk menunda pertemuan virtual yang sangat penting. Mereka menekankan komitmen mereka untuk melanjutkan kasus ini tanpa penundaan lebih lanjut, membela legitimasi XRP.

⚡ Ripple: Bertekad untuk Melanjutkan Tanpa Penundaan

SEC meminta penundaan karena adanya kewajiban yang bertentangan dalam kasus lain, tetapi Ripple menolak, menyoroti urgensi untuk menyelesaikan ketidakpastian regulasi yang mengelilingi aset digital. Perusahaan siap untuk menyampaikan argumennya dan mencari hasil yang menguntungkan.

🚨 Kasus Ripple-SEC

SEC menuduh bahwa Ripple menjual XRP sebagai sekuritas yang tidak terdaftar. Namun, Ripple berargumen bahwa XRP adalah aset digital, bukan sekuritas, dan harus diperlakukan berbeda di bawah hukum AS. Pertarungan hukum ini telah menjadi salah satu kasus yang paling diikuti di sektor cryptocurrency.

🌍 Kemajuan Ripple Meski Dalam Perselisihan Hukum

Kemitraan Global: Ripple terus membentuk aliansi dengan lembaga keuangan, memperkuat kepercayaan pada solusi blockchain-nya.

Prospek Positif: Kepemimpinan Ripple tetap optimis, percaya bahwa kasus ini bisa mengarah pada regulasi yang lebih jelas untuk sektor cryptocurrency.

Dampak pada XRP dan Sektor

Hasil dari kasus ini dapat secara langsung mempengaruhi nilai XRP dan menetapkan preseden penting untuk pasar cryptocurrency di AS. Kemenangan di pengadilan dapat meningkatkan kredibilitas XRP, meningkatkan nilainya, dan memberikan lebih banyak kejelasan tentang regulasi cryptocurrency.

Apa Selanjutnya?

Pertemuan virtual yang akan datang adalah momen penting bagi Ripple. Perusahaan siap untuk terus membela kasusnya dan membentuk masa depan regulasi aset digital. Tetap disini, karena kasus ini bisa merombak lanskap cryptocurrency global. 🚀🌍

Sumber: Barron's#Xrp🔥🔥 $XRP

XRP
XRPUSDT
1.6028
-0.12%