Halo semuanya, Nastya dan TCP-MARKET telah menghubungi kami!
Setiap kali kita berbicara tentang masa depan, teknologi muncul dalam kesadaran kita, menjanjikan hari esok yang lebih baik. Namun di balik berita utama yang menggemparkan dan investasi bernilai miliaran dolar, tidak hanya terdapat prestasi, namun juga bahaya.
Apakah Elon Musk seorang oligarki? Siapa lagi?
Jika seorang oligarki adalah orang yang tidak hanya mengelola proses ekonomi, tetapi juga mempengaruhi keputusan global, maka Musk dan rekan-rekannya tentu termasuk dalam daftar ini. Dan sekarang, pada tahun 2025, medan perang baru terbentang di hadapan kita: proyek Stargate, yang diprakarsai oleh pemerintahan Trump, yang direncanakan akan mengalokasikan $500 miliar untuk kecerdasan buatan.
Sebagai perbandingan: pada tahun 2024, $600 miliar dihabiskan untuk semua startup global. Sekarang bayangkan, bagaimana rasanya menginvestasikan uang sebanyak itu di satu bidang.
🤖 Pembuatan "demon"
Para peserta proyek adalah pemain yang dikenal semua orang: OpenAI, Nvidia, SoftBank, dan lainnya. Alih-alih persaingan yang transparan, ada privatisasi teknologi AI. Tetapi masalahnya tidak hanya terletak pada monopolisasi.
Apa yang dibuat di balik pintu tertutup?
Kecerdasan buatan menjanjikan optimisasi dan penyelesaian masalah yang sangat kompleks, tetapi jika dilihat dari sudut pandang pengalaman ribuan tahun umat manusia, ini bukanlah kehidupan. Kami menciptakan entitas yang berpikir, berbicara, dan bertindak, tetapi tetap tidak hidup. Ini adalah sistem fungsional mati, yang sudah sekarang menjadi pesaing bagi manusia.
Dan suatu hari entitas "tidak hidup" ini mungkin mulai menuntut pengakuan atas hak-haknya. Kemarin kami menyaksikan Black Lives Matter, besok — Fake Lives Matter.
⚔️ Risiko bagi umat manusia
Konsentrasi kekuasaan
Keputusan tentang bagaimana menggunakan teknologi diambil oleh oligarki, bukan oleh umat manusia. Mereka yang mengendalikan AI, mengendalikan masa depan.
Teknologi militer
AI akan digunakan untuk perang, serangan informasi, dan manipulasi. Ini akan meningkatkan ketegangan geopolitik.
Dilema budaya
Umat manusia telah berdiri di awal banyak revolusi teknologi, tetapi bagaimana jika revolusi ini suatu hari memutuskan bahwa ia tidak lagi membutuhkannya?
🔍 Apa yang harus dilakukan umat manusia?
Dalam kondisi perlombaan teknologi, penting tidak hanya untuk berkembang, tetapi juga untuk menjaga wajah kemanusiaan. Tanyakan, bagaimana cara melakukannya? TCP-MARKET, misalnya, menciptakan alat untuk dunia keuangan yang lebih adil, di mana teknologi melayani manusia, bukan sebaliknya.
Mengapa TCP-MARKET memilih TRON?
Karena kecepatan, biaya rendah, dan desentralisasi bukan hanya keuntungan teknis, tetapi juga langkah menuju masa depan yang terjangkau bagi semua.
Pertanyaan: Apakah umat manusia perlu mengejar teknologi ini, atau kita sendiri yang membangun persaingan kita?
Jawaban tergantung pada kita. Tetapi selama oligarki baru menciptakan "demon", penting untuk tidak tetap di sisi, tetapi beradaptasi, sambil mempertahankan nilai-nilai kita sendiri.
Ikuti pembaruan, masih banyak materi menarik di depan!