Kekhawatiran privasi DeepSeek menimbulkan kekhawatiran internasional
Pengawas privasi sedang menyelidiki praktik privasi perusahaan rintisan AI Cina DeepSeek, sementara pakar keamanan mengungkap kerentanan dan aliran data ke perusahaan induknya TikTok yaitu ByteDance.
Popularitas DeepSeek yang tiba-tiba telah memicu gelombang kekhawatiran data secara global, karena regulator dan pakar privasi memperingatkan adanya risiko potensial terhadap keamanan nasional dari aplikasi AI Cina ini.
Italia, ekonomi terbesar ketiga di Uni Eropa, mengambil langkah pertama dengan melarang DeepSeek setelah pihak berwenang meminta rincian tentang praktik data aplikasi tersebut. Pengawas privasi Italia telah menolak tindakan perlindungan data perusahaan rintisan China tersebut sebagai "tidak memadai".
Pengawasan tidak berhenti di UE. Regulator Korea Selatan bersiap menuntut jawaban yang sama seperti Italia, sementara Menteri Keuangan Australia Jim Chalmers telah secara terbuka memperingatkan orang-orang agar berhati-hati saat menggunakan aplikasi tersebut.
Kontroversi seputar masalah privasi DeepSeek merupakan bagian dari meningkatnya tekanan regulasi pada perusahaan teknologi China. Amerika Serikat secara terkenal melarang TikTok dengan alasan keamanan nasional, dan Presiden Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif untuk memulihkan layanan aplikasi media sosial tersebut dalam beberapa jam (untuk saat ini).
Black Swan meminta DeepSeek untuk mengklarifikasi bagaimana perusahaan menangani data pengguna tetapi tidak mendapat respons.#DeepsSeek