Apa itu spread?

Dalam mata uang kripto, spread biasanya mengacu pada perbedaan antara harga beli (#BID ) dan harga jual (#ask ). Harga beli merupakan jumlah tertinggi yang bersedia dibayar pembeli, dan harga jual merupakan jumlah terendah yang bersedia diterima penjual. Secara sederhana, spread adalah selisih antara harga beli dan harga jual suatu aset, yang merupakan biaya pelaksanaan perdagangan.$BTC

Cara sederhana untuk menghitung spread: Spread = Harga Permintaan Terendah – Harga Penawaran Tertinggi.

Misalnya, anggaplah harga pasar Bitcoin saat ini adalah sebagai berikut:

  • Harga Pembelian Tertinggi (Harga Pembelian): $99.000

  • Harga jual terendah (sale price): $99.100.

Jadi, spreadnya adalah: Spread = Harga Jual Terendah – Harga Beli Tertinggi = $99.100 – $99.000 = $100.

Jika Anda membeli 1 BTC dengan harga permintaan $99.100 dan langsung menjualnya, Anda hanya akan menerima $99.000, yang berarti rugi $100. Namun, jika Anda menunggu, pasar dapat berubah dan harga beli akan naik menjadi $100.000 dan harga jual akan naik menjadi $100.100. Jika Anda menjual 1 BTC dengan harga beli baru $100.000, keuntungan Anda dihitung sebagai berikut: Keuntungan = Harga Penawaran Tertinggi Baru – Harga Jual Terendah Awal = $100.000 – $99.100 = $900. Oleh karena itu, spread sudah diperhitungkan saat Anda pertama kali memasuki perdagangan. Contoh ini menunjukkan bahwa memahami dan memperhitungkan spread sangat penting untuk perhitungan keuntungan yang akurat.$TRB

TRB
TRB
14.77
-0.20%

Jenis-jenis spread

  1. Spread Arbitrase: Jenis spread ini terjadi karena perbedaan harga mata uang kripto yang sama di bursa atau pasar yang berbeda. Trader memanfaatkan perbedaan ini dengan membeli aset dengan harga lebih rendah di satu platform dan menjualnya dengan harga lebih tinggi di platform lain, sehingga menghasilkan keuntungan dari spread tersebut.

  2. Spread Likuiditas: Jenis ini mengacu pada perbedaan tingkat likuiditas di berbagai bursa mata uang kripto atau pasangan perdagangan. Likuiditas yang lebih tinggi biasanya menghasilkan spread yang lebih ketat, sementara likuiditas yang lebih rendah dapat menghasilkan spread yang lebih lebar.

  3. Spread Persentase. Spread ini dihitung sebagai selisih antara harga bid dan ask, yang dinyatakan sebagai persentase dari harga aset. Jenis spread ini membantu trader dengan cepat menilai biaya relatif perdagangan antar aset atau bursa yang berbeda. Spread ini berguna untuk membandingkan bagaimana biaya perdagangan berubah tergantung pada harga aset, terutama di pasar yang volatil.

  4. Spread Tetap. Spread ini tetap sama terlepas dari kondisi pasar, artinya selisih antara harga bid dan ask telah ditentukan sebelumnya oleh broker. Hal ini memberikan biaya yang dapat diprediksi dan stabil bagi trader, karena spread tidak berubah seiring volatilitas atau likuiditas. Spread tetap umumnya ditemukan dalam model market maker, di mana broker menetapkan selisih harga untuk memastikan stabilitas.

  5. Spread Variabel. Jenis spread ini berubah-ubah tergantung kondisi pasar seperti likuiditas dan volatilitas, melebar selama periode volatilitas tinggi dan menyempit selama periode stabil. Spread jenis ini sering terlihat di broker #ECN atau #STP di mana trader memiliki akses langsung ke pasar. Spread variabel menawarkan fleksibilitas tetapi dapat mengakibatkan biaya yang lebih tinggi selama kondisi pasar yang volatil.$SOL

    SOL
    SOL
    87.58
    +1.46%

    Bagaimana spread mempengaruhi perdagangan?

Spread dalam perdagangan kripto memainkan peran penting dalam berbagai aspek pengalaman perdagangan, memengaruhi berbagai hal, mulai dari biaya transaksi hingga pilihan strategi perdagangan. Berikut adalah faktor-faktor utama dalam perdagangan kripto yang dipengaruhi oleh spread.

  1. Biaya Perdagangan. Selisih antara harga bid dan ask merupakan biaya transaksi implisit. Ketika seorang trader membeli pada harga ask dan menjual pada harga bid, spread secara signifikan mengurangi potensi keuntungan. Selain itu, spread yang lebih lebar berarti biaya transaksi yang lebih tinggi, yang dapat mengurangi margin keuntungan, terutama bagi trader frekuensi tinggi atau trader harian yang melakukan banyak perdagangan.

  2. Indikator likuiditas. Spread merupakan indikator langsung likuiditas pasar. Spread yang lebih ketat biasanya menunjukkan likuiditas yang lebih tinggi, artinya terdapat cukup banyak order beli dan jual di sekitar harga saat ini. Dengan demikian, di pasar yang sangat likuid dengan spread yang ketat, trader dapat mengeksekusi order dalam jumlah besar tanpa memengaruhi harga aset secara signifikan.

  3. Volatilitas pasar. Spread seringkali melebar selama periode volatilitas tinggi. Trader mungkin menuntut premi yang lebih tinggi untuk risiko yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan spread yang lebih besar. Spread yang lebih lebar, pada gilirannya, meningkatkan risiko pergerakan harga yang merugikan antara penempatan dan eksekusi order, sehingga penting bagi trader untuk menyesuaikan strategi mereka selama periode volatilitas.

  4. Efisiensi eksekusi. Spread memengaruhi harga eksekusi order beli dan jual. Spread yang ketat memastikan trader menerima harga yang mendekati harga pasar rata-rata, sehingga meningkatkan efisiensi eksekusi. Di sisi lain, spread yang lebar dapat mengakibatkan eksekusi transaksi dengan harga yang kurang menguntungkan. Akibatnya, transaksi tersebut berada lebih jauh dari harga pasar rata-rata, yang dapat mengurangi efisiensi eksekusi dan meningkatkan biaya transaksi.

  5. Profitabilitas strategi perdagangan. Strategi didasarkan pada penangkapan pergerakan harga kecil. Spread yang ketat diperlukan untuk profitabilitas, karena spread yang lebih lebar dapat menghilangkan keuntungan kecil pada setiap perdagangan. Market maker menyediakan likuiditas dengan menempatkan order beli dan jual, yang selisihnya mewakili potensi keuntungan. Spread yang lebih ketat dapat menghasilkan volume perdagangan yang lebih tinggi tetapi keuntungan per perdagangan yang lebih rendah, sementara spread yang lebih lebar menawarkan keuntungan yang lebih tinggi per perdagangan tetapi dapat mengurangi volume perdagangan.

  6. Slippage dan eksekusi order. Slippage terjadi ketika terdapat perbedaan antara harga yang diharapkan dari suatu transaksi dan harga saat transaksi tersebut dieksekusi. Spread yang lebih lebar meningkatkan kemungkinan dan besarnya slippage, terutama untuk order pasar. Di sisi lain, spread yang lebih ketat umumnya mengurangi slippage karena perbedaan antara harga bid dan ask lebih kecil, sehingga memudahkan order pasar untuk dieksekusi pada harga yang diharapkan.

  7. Dampak pada Investasi Jangka Panjang: Bagi investor jangka panjang, spread yang lebih lebar dapat meningkatkan biaya akumulasi (pembelian) dan distribusi (penjualan) posisi mata uang kripto yang besar, sehingga memengaruhi imbal hasil investasi secara keseluruhan. Melakukan rebalancing portofolio secara berkala ke aset-aset dengan spread yang lebih lebar dapat mengakibatkan biaya transaksi yang lebih tinggi, sehingga memengaruhi imbal hasil bersih dari strategi investasi.

Spread merupakan komponen fundamental dalam perdagangan kripto yang memengaruhi banyak faktor. Trader harus mempertimbangkan parameter ini saat mengembangkan rencana perdagangan, memilih bursa, dan mengelola risiko. Dengan memahami dan memantau spread, trader dapat membuat keputusan yang tepat dan meningkatkan efisiensi perdagangan mereka.
Semoga artikel ini bermanfaat. Tinggalkan komentar, suka, dan langganan Anda 😉! FOLLOW_LIKE_COMMENT 🤝! Terima kasih!#spread