Pasar cryptocurrency telah mengalami volatilitas yang signifikan baru-baru ini, dipengaruhi oleh keputusan politik dan ekonomi di tingkat global. Pengumuman Presiden Donald Trump tentang penerapan tarif pada impor dari Meksiko, Kanada, China, dan kemungkinan inklusi Uni Eropa telah menghasilkan ketidakpastian di pasar keuangan. Tindakan ini menyebabkan penurunan signifikan di bursa internasional dan berdampak langsung pada sektor kripto. Bitcoin, cryptocurrency terkemuka, mencatat penurunan hingga 15%, mencapai titik terendah 92.500 dolar, sebelum stabil di sekitar 95.000 dolar, yang mewakili kerugian 5% dalam 24 jam terakhir. Cryptocurrency lain, seperti Ethereum, juga mengalami penurunan tajam, dengan kerugian hingga 20%. Para analis menunjukkan bahwa pasar tetap sangat sensitif terhadap peristiwa makroekonomi dan bahwa volatilitas dapat bertahan dalam jangka pendek.
Meskipun fluktuasi ini, tokoh-tokoh berpengaruh di dunia keuangan tetap memiliki pandangan optimis tentang masa depan Bitcoin. Larry Fink, CEO BlackRock, menyarankan bahwa nilai Bitcoin bisa lima kali lipat jika investor institusi besar, seperti dana kedaulatan, masuk ke pasar. Fink menekankan bahwa alokasi 2% hingga 5% dari aset investor ini dalam Bitcoin dapat mengangkat harganya hingga 700.000 dolar. Namun, para ahli lain, seperti para strategis di Goldman Sachs, menganggap Bitcoin lebih sebagai aset spekulatif daripada sebagai investasi yang solid.
Singkatnya, pasar Bitcoin terus menunjukkan volatilitas tinggi, dipengaruhi oleh keputusan politik dan ekonomi global. Sementara beberapa pemimpin keuangan melihat potensi signifikan dalam cryptocurrency, yang lain memperingatkan tentang risiko terkait sifat spekulatifnya.
Tapi, apa pendapatmu?
BTC68,139.45+0.67%
👍

