#FTXrepayment FTX, bursa cryptocurrency yang mengajukan kebangkrutan pada November 2022, telah bekerja pada rencana pembayaran untuk krediturnya. Hingga pembaruan terbaru pada tahun 2023, FTX telah mengusulkan rencana pembayaran yang bertujuan untuk mengembalikan sebagian besar dana yang terutang kepada pelanggannya dan kreditur lainnya. Berikut adalah beberapa poin kunci mengenai proses pembayaran FTX:

1. **Rencana Pembayaran**: FTX telah mengajukan rencana pembayaran yang diusulkan ke pengadilan kebangkrutan, yang menguraikan bagaimana perusahaan berniat untuk mendistribusikan aset yang tersisa kepada krediturnya. Rencana ini harus mendapatkan persetujuan pengadilan dan mungkin akan mengalami modifikasi berdasarkan umpan balik kreditur dan pertimbangan hukum.

2. **Klaim Pelanggan**: Pelanggan yang memiliki dana di platform FTX pada saat keruntuhannya dianggap sebagai kreditur. Mereka diwajibkan untuk mengajukan klaim agar memenuhi syarat untuk pembayaran. Proses klaim melibatkan verifikasi jumlah yang terutang kepada setiap pelanggan.

3. **Pemulihan Aset**: FTX telah bekerja untuk memulihkan aset yang disalahgunakan atau hilang selama keruntuhan. Ini termasuk mengejar tindakan hukum terhadap mantan eksekutif dan rekan, seperti Sam Bankman-Fried, untuk mengklaim kembali dana.

4. **Distribusi Pro Rata**: Rencana pembayaran kemungkinan melibatkan distribusi pro rata, yang berarti bahwa kreditur akan menerima persentase dari klaim mereka berdasarkan jumlah total aset yang dapat dipulihkan. Persentase yang tepat akan bergantung pada jumlah total aset yang dipulihkan dan jumlah total klaim.

5. **Hambatan Hukum dan Regulasi**: Proses pembayaran itu kompleks dan melibatkan navigasi berbagai tantangan hukum dan regulasi. Pengadilan kebangkrutan mengawasi proses untuk memastikan bahwa itu dilakukan secara adil dan sesuai dengan hukum.

6. **Garis Waktu**: Garis waktu untuk pembayaran tidak pasti dan bergantung pada kemajuan pemulihan aset, penyelesaian sengketa hukum, dan persetujuan rencana pembayaran oleh pengadilan kebangkrutan. Kreditur mungkin perlu menunggu untuk jangka waktu yang panjang sebelum menerima dana.