MANSA, perusahaan rintisan yang menyediakan likuiditas stablecoin untuk pembayaran lintas batas, baru saja berhasil mengumpulkan $10 juta, dengan Tether sebagai investor utama. Ini merupakan langkah penting bagi MANSA untuk memperluas operasinya ke Amerika Latin dan Asia Tenggara, dua wilayah yang menghadapi banyak kesulitan dalam transfer uang internasional.
Siapa MANSA dan Masalah Apa yang Mereka Selesaikan?
#Mansa bertindak sebagai penyedia likuiditas onchain, menggunakan stablecoin USDT untuk membantu bisnis melakukan pembayaran internasional dengan cepat dan hemat biaya. Saat ini, transaksi lintas batas masih sangat bergantung pada sistem perbankan tradisional yang lambat dan tidak efisien.
Dengan MANSA, bisnis dapat:
✅ Menerima uang muka untuk transaksi internasional tanpa jaminan aset – membantu perusahaan mengakses modal lebih mudah.
✅ Memproses pembayaran secara instan, alih-alih menunggu beberapa hari seperti metode transfer bank.
✅ Menghemat biaya dibandingkan dengan solusi keuangan konvensional.
Alih-alih meminta jaminan aset seperti perusahaan keuangan tradisional, MANSA menggunakan data transaksi waktu nyata untuk menilai risiko kredit dan memberikan pembiayaan yang fleksibel. Perusahaan juga terhubung dengan platform DeFi, dana investasi, dan hedge fund untuk memperluas kemampuan pembiayaan bagi pelanggan.

Tether Memimpin Investasi, Menjadikan USDT Sebagai Stablecoin Utama Dalam Pembayaran
Dalam putaran pendanaan ini, #Tether telah menginvestasikan 3 juta USD, memimpin putaran pre-seed, bersama dengan partisipasi dari dana investasi seperti Polymorphic Capital, Faculty Group, Octerra Capital dan Trive Digital. Selain itu, MANSA juga menerima tambahan 7 juta USD dari organisasi lain dalam bentuk hibah likuiditas.
Menurut CEO MANSA Mouloukou Sanoh, tujuan perusahaan adalah membantu pembayaran lintas batas berpindah ke blockchain dan memanfaatkan likuiditas onchain untuk mengoptimalkan transaksi. USDT dipilih sebagai stablecoin utama untuk melayani pasar yang sedang berkembang, di mana sistem perbankan belum memenuhi permintaan pembayaran internasional.
CEO Tether Paolo Ardoino juga menekankan:
"MANSA sedang menangani salah satu masalah terbesar dalam keuangan – likuiditas untuk pembayaran internasional. Kami percaya bahwa USDT akan memainkan peran penting dalam mewujudkan visi ini."

MANSA Sedang Berkembang Pesat
Data dari Dune Analytics menunjukkan bahwa MANSA telah memproses lebih dari 30 juta USD transaksi sejak diluncurkan. Perusahaan juga sedang memperluas tim, merekrut para ahli keuangan terkemuka dari HSBC dan Franklin Templeton untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi keuangan.
Tether Sedang Berinvestasi Secara Besar-Besaran di Berbagai Bidang
Tether tidak hanya berinvestasi di MANSA tetapi juga mengucurkan dana besar di banyak bidang lain, termasuk:
💰 Northern Data (perusahaan penambangan Bitcoin) – lebih dari 1 miliar USD
📺 Rumble (platform video online) – 775 juta USD
🏥 Blackrock Neuro (layanan kesehatan) – 200 juta USD
🌾 Adecoagro (pertanian) – 1,24 miliar USD
⚽ Klub Juventus
Selain itu, Tether Investment juga memiliki rencana untuk menginvestasikan 5 miliar USD ke pasar komoditas pada tahun 2026 untuk mendapatkan keuntungan dari suku bunga.

Kesimpulan
MANSA sedang memimpin dalam penerapan stablecoin untuk pembayaran lintas batas, dengan dukungan kuat dari Tether. Jika model ini berhasil, #USDT bisa menjadi stablecoin standar untuk bisnis global, menggantikan banyak metode pembayaran tradisional. 🚀
