Kekhawatiran Ekonomi Warga Amerika Meningkat Seiring Bergesernya Peringkat Persetujuan

Data terbaru mengungkapkan meningkatnya rasa tidak nyaman di kalangan warga Amerika terkait kondisi ekonomi. Persentase warga yang meyakini negara sedang menuju arah yang salah telah meningkat dari 43% menjadi 53%, yang mencerminkan meningkatnya ketidakpastian ekonomi. Selain itu, persetujuan publik terhadap kepemimpinan ekonomi Donald Trump telah turun menjadi 39%, turun dari 43% pada survei sebelumnya. Meskipun terjadi penurunan ini, peringkat persetujuan ekonominya tetap lebih tinggi daripada Joe Biden di akhir masa jabatannya, ketika hanya 34% warga Amerika yang mendukung kebijakan ekonominya.

$BTC

BTC
BTC
65,882.93
-1.95%

Inflasi tetap menjadi perhatian yang signifikan, dengan hanya 32% responden yang menyetujui penanganan Trump terhadap kenaikan harga. Laporan ekonomi terbaru menunjukkan bahwa harga konsumen melonjak pada bulan Januari pada tingkat tercepat dalam hampir 18 bulan. Hal ini telah menyebabkan spekulasi yang berkembang bahwa ekspektasi inflasi di antara keluarga Amerika dapat meningkat lebih lanjut, terutama setelah kenaikan tarif yang diusulkan Trump atas impor dari Tiongkok, Meksiko, dan Kanada. Meskipun tarif ini kemudian ditangguhkan karena kesepakatan yang dinegosiasikan, usulan tersebut memicu perdebatan ekonomi.

Terkait kebijakan perdagangan, 54% orang Amerika menentang penerapan tarif baru atas barang impor, sementara 41% mendukungnya. Namun, opini publik tentang impor Tiongkok lebih terbagi, dengan 49% mendukung tarif yang lebih tinggi dan 47% menentangnya. Seiring dengan terus berkembangnya kebijakan ekonomi, sentimen yang berubah-ubah ini menyoroti pentingnya memantau secara ketat dampak strategi perdagangan, tren inflasi, dan kepercayaan ekonomi secara keseluruhan dalam membentuk masa depan keuangan negara.

#Economy #Inflation #TradePolicies #PublicOpinion #MarketTrends