#GasFeeImpact Biaya gas di Binance, baik di Binance Smart Chain (BSC) maupun di Binance Exchange, mempengaruhi pengguna dalam beberapa cara:

1. Biaya Gas di Binance Smart Chain (BSC)

Biaya Lebih Rendah: Dibandingkan dengan Ethereum, BSC memiliki biaya gas yang jauh lebih rendah berkat mekanisme konsensus Proof-of-Staked-Authority (PoSA).

Pembayaran BNB: Biaya gas di BSC dibayar dengan BNB, yang berarti pengguna harus memiliki BNB untuk memproses transaksi.

Dampak Kemacetan: Ketika jaringan sibuk (misalnya, selama peluncuran token atau acara besar), biaya gas dapat meningkat, meskipun umumnya tetap lebih rendah dibandingkan Ethereum.

Validator & Staking: Pengguna yang melakukan staking BNB membantu mengamankan jaringan dan mendapatkan imbalan, sementara validator menerima biaya transaksi.

2. Biaya Gas di Binance Exchange

Biaya Penarikan: Binance mengenakan biaya jaringan saat menarik cryptocurrency. Biaya ini bervariasi berdasarkan blockchain dan kemacetan jaringan.

Biaya Perdagangan: Meskipun tidak secara teknis "biaya gas," Binance menerapkan biaya perdagangan 0,1% (lebih rendah dengan BNB atau status VIP).

Transfer Token: Memindahkan aset antara Binance dan platform DeFi mungkin dikenakan biaya gas, tergantung pada blockchain.

Faktor yang Mempengaruhi Biaya Gas di Binance

1. Aktivitas Jaringan – Lalu lintas tinggi menyebabkan biaya gas meningkat.

2. Jenis Token – Jaringan yang berbeda (BSC, Ethereum, dll.) memiliki biaya yang berbeda.

3. Waktu Penarikan – Memilih jam sepi dapat mengurangi biaya.

4. Kepemilikan BNB – Menggunakan BNB untuk biaya di Binance Exchange memberikan diskon.