#SECStaking Dogecoin (DOGE) dan Baby Doge Coin (BabyDoge) keduanya merupakan mata uang kripto berbasis meme, tetapi keduanya memiliki perbedaan utama dalam hal asal, teknologi, dan tujuan. Berikut perbandingannya:
1. Asal & Tujuan
Dogecoin (DOGE): Dibuat pada tahun 2013 sebagai lelucon berdasarkan meme "Doge", DOGE dimaksudkan sebagai mata uang kripto yang menyenangkan dan ringan. Seiring berjalannya waktu, mata uang ini memperoleh perhatian yang kuat dari komunitas dan masyarakat luas, terutama setelah dukungan dari Elon Musk.
Baby Doge Coin (BabyDoge): Diluncurkan pada bulan Juni 2021, BabyDoge diciptakan oleh penggemar Dogecoin sebagai versi DOGE yang disempurnakan dengan transaksi yang lebih cepat dan fokus pada kegiatan amal, penghargaan komunitas, dan tokenomik deflasi.
2. Teknologi & Pasokan
Dogecoin: Menggunakan blockchain-nya sendiri berdasarkan teknologi Litecoin. Ia memiliki pasokan yang tidak terbatas, yang berarti koin baru terus ditambang, yang menyebabkan efek inflasi.
Baby Doge: Berjalan di Binance Smart Chain (BSC) sebagai token BEP-20. Token ini memiliki pasokan kuadriliun tetapi bersifat deflasioner, dengan pembakaran token bawaan dan biaya transaksi yang memberi penghargaan kepada pemegangnya.
3. Tokenomics
DOGE: Tidak ada mekanisme pembakaran, yang berarti pasokannya terus bertambah seiring waktu.
BabyDoge: Menggunakan mekanisme refleksi di mana pemegangnya mendapatkan hadiah pasif dari biaya transaksi, dan sebagian dari setiap transaksi dibakar, sehingga mengurangi pasokan seiring waktu.
4. Adopsi & Kasus Penggunaan
Dogecoin: Diterima oleh berbagai pedagang, digunakan untuk memberi tip dan pembayaran, dan didukung oleh Tesla untuk barang dagangan.
Baby Doge: Kurang diterima secara luas tetapi memiliki kehadiran yang kuat di DeFi, NFT, dan platform staking.