DEMOKRASI DI ZAMAN MASSA

Tidak ada lagi masyarakat, melainkan massa. Masyarakat terdiri dari individu-individu yang memiliki kriteria sendiri dan kemampuan menilai secara rasional. Massa adalah kumpulan yang tidak teratur yang bergerak berdasarkan dorongan primitif dan emosi dasar. Saya bukan penggemar Zelenski, tetapi saya merasa terganggu oleh penghinaan yang dialaminya di Ruang Oval. Trump dan Vance bersikap seperti dua anak nakal di halaman sekolah. Berbahaya, kasar, sombong, dan bodoh, mereka memanfaatkan keunggulan posisi yang mereka miliki untuk menghina dengan tidak layak presiden Ukraina.

Trump dan Vance bukan dua politikus, melainkan dua orang yang gila dengan kepala kosong dan tanpa sedikit pun rasa sopan. Mereka adalah contoh sempurna dari pemimpin baru ekstrem kanan: kasar, tidak sopan, korup, dan manipulatif. Hal yang sama bisa dikatakan tentang Milei, Orban, Ayuso, Abascal, atau Meloni. Bagaimana kita bisa sampai pada kondisi ini? Ada banyak penjelasan, tetapi saya ingin menyoroti satu: media massa sudah lama meninggalkan etika dan pendidikan. Satu-satunya kepedulian mereka hanyalah bisnis. Program-program degradatif seperti First Dates atau La Isla de las Tentaciones telah membuat masyarakat menjadi kasar, memicu hasrat rendah mereka.

Sensasionalisme di koran serta acara radio dan televisi juga turut berkontribusi terhadap spiral degradasi ini. Kembali ke jurnalisme yang etis dan berkualitas, keburukan rasa, vulgaritas, dan distorsi sistematis terhadap fakta telah mendominasi. Demokrasi tidak bisa berfungsi tanpa masyarakat yang terpelajar. Kebengisan dan kebodohan massa membawa pada Perang Dunia Kedua. Apa yang menanti kita di zaman kita ini? Pertanda-pertanda tidak menjanjikan hal yang baik. #TRUMP