#TrumpCongressSpeech
Pada tanggal 5 Maret 2025, Presiden Donald Trump menyampaikan pidato penting kepada sesi gabungan Kongres, menguraikan inisiatif terbaru pemerintahannya dan rencana masa depan di bawah tema "Pembaruan Mimpi Amerika."
Topik Kunci yang Dibahas:
Kebijakan Luar Negeri: Presiden Trump menyoroti peran pemerintahannya dalam menjembatani gencatan senjata antara Hamas dan Israel. Ia juga membahas negosiasi yang sedang berlangsung untuk perjanjian perdagangan baru dengan Kanada dan Meksiko, menekankan pentingnya hubungan ini di tengah perselisihan tarif terbaru.
Imigrasi dan Keamanan Perbatasan: Presiden menegaskan komitmennya untuk memperkuat keamanan perbatasan dan menerapkan reformasi imigrasi yang komprehensif, sejalan dengan agenda lebih luasnya untuk meningkatkan keselamatan nasional dan kemakmuran ekonomi.
Kebijakan Ekonomi: Trump membahas ketegangan perdagangan saat ini, terutama tarif yang mempengaruhi hubungan dengan Kanada, Meksiko, dan China. Ia mengakui dampak ekonomi yang mungkin terjadi, termasuk kenaikan harga yang diperkirakan pada berbagai barang, dan membela langkah-langkah ini sebagai langkah yang diperlukan untuk melindungi industri dan pekerja Amerika.
Tamu Terkenal:
Ibu Negara Melania Trump mengundang beberapa individu untuk pidato tersebut untuk menekankan prioritas kebijakan pemerintah:
Stephanie Diller: Janda petugas NYPD Jonathan Diller, yang tewas dalam tugas. Kehadirannya menyoroti pengorbanan petugas penegak hukum dan dukungan pemerintah untuk keluarga mereka.
Marc Fogel: Seorang guru Amerika yang baru dibebaskan dari penjara Rusia setelah ditahan karena memiliki ganja yang diresepkan secara medis. Kehadirannya menegaskan upaya pemerintah dalam mengamankan pembebasan warga Amerika yang ditahan di luar negeri.
Noa Argamani: Seorang wanita Israel yang pernah disandera oleh Hamas, diundang oleh Ketua DPR Mike Johnson, melambangkan upaya yang sedang berlangsung untuk menangani situasi sandera internasional dan terorisme.
Tanggapan Oposisi:
Perwakilan Demokrat Elissa Slotkin dari Michigan menyampaikan bantahan oposisi, fokus pada ekonomi.