Para pedagang kripto dan pengguna P2P di Pakistan menghadapi kesulitan yang semakin meningkat akibat pembekuan rekening bank dan pembatasan saat melakukan transaksi melalui Binance P2P. Tantangan ini menciptakan ketidakpastian finansial, kehilangan dana, dan ketakutan di kalangan pedagang yang bergantung pada kripto untuk investasi dan bisnis.
Banyak penjual P2P di Pakistan melaporkan bahwa rekening bank mereka ditangguhkan atau dibekukan segera setelah menerima pembayaran dari pembeli. Gangguan ini sangat mempengaruhi aktivitas perdagangan dan menyebabkan stres yang tidak perlu bagi mereka yang menggunakan Binance sebagai platform utama mereka.
Bank-bank Pakistan terus memperlakukan transaksi terkait kripto sebagai mencurigakan, meskipun tidak ada hukum yang jelas yang melarang perdagangan kripto di negara ini. Ketidakhadiran kemitraan langsung antara Binance dan bank lokal membuat para pedagang rentan terhadap penutupan akun mendadak dan ketidakstabilan finansial.
Dengan tidak adanya dukungan perbankan resmi atau kerangka regulasi, investor kripto di Pakistan ragu untuk melanjutkan perdagangan karena risiko kehilangan akses ke dana mereka. Ketidakpastian ini memaksa banyak orang untuk mengeksplorasi alternatif yang tidak aman atau bawah tanah, meningkatkan eksposur mereka terhadap penipuan dan skema.
Untuk melindungi penggunanya dan memastikan operasi perdagangan yang lancar di Pakistan, Binance harus bekerja sama dengan bank-bank besar untuk menetapkan kebijakan yang jelas untuk transaksi kripto, mencegah pembekuan akun yang tidak adil. Selain itu, Binance harus memperkenalkan program pedagang P2P yang terverifikasi dan aman untuk meminimalkan risiko penipuan dan aktivitas mencurigakan yang mengarah pada penutupan akun. Dengan mengambil langkah-langkah ini, Binance dapat membangun kepercayaan dengan pengguna Pakistan-nya dan menciptakan lingkungan yang lebih stabil untuk perdagangan kripto di negara tersebut.